Lima Kg Sabu dan Ekstasi Diblender

0
904
DIBLENDER: Kapolres didampingi Sekdakota Tanjungpinang memusnahkan ekstasi dan sabu-sabu di kantor Polres Tanjungpinang, Rabu (20/12).f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sabu-sabu seberar 5.397,42 gram dan 18.685 butir pil ekstasi dimusnakan di kantor Polres Tanjungpinang di kantor Polres, Rabu (20/12).

Sabu-sabu di masak dengan air panas. Esktasi di masak sebelum di blender. Sabu-sabu dan ekstasi yang sudah masak dan diblender di masukan ke dalam safety tank yang berada di kantor Polres Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan, pemusnahan barang bukti ini dari empat laporan polisi dengan delapan tersangka terkait dengan dua pengungkapan kasus penangkapan kurir sabu dan ekstasi.

”Untuk jumlah yang dimusnakan 5.397,42 gram dan 18.685 pil ekstasi disaksikan pejabat negara,” katanya.

Kapolres menyebutkan, barang bukti yang dimusnakan ini disisihkan untuk pengujian lapbor Polda Sumut dan menjadi bukti untuk persidangan.

”Pengujian untuk memastikan bahwa apa yang kita tangani ini benar merupakan narkoba yang berjenis sabu dan narkoba,” sebutnya.

Menurtnya, pemusnahan narkoba sabu dengan cara dilarutkan ke dalam air panas kemudian diaduk sampai mencair dan semua akan dibuang ke dalam safety tank.

Baca Juga :  Darurat Air, SWRO Harus Dioperasikan

”Kita inginkan tak boleh ada lagi narkoba di Tanjungpinang,” bebernya.

Kapolres menjelaskan, Polres Tanjungpinang berkomitmen dalam memberantas narkoba. Pemusnahan barang bukti ini setelah adanya penetapan dari Pengadilan Negeri Tanjungpinang dan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang

Ardiyanto mengimbau, jauhi narkoba, narkoba perusak bangsa dengan narkoba generasi muda tidak sehat dan punya mental tidak baik. Pran orang tua untuk mengawasi anak yang masih remaja baru tumbuh agar tidak menggunakan narkoba.

”Say no drug, say no to narkoba, brantas narkoba untuk kesatuan keutuhan NKRI,” imbuhnya.

Sebelumnya, Polres Tanjungpinang berhasil mengungkap dua kasus narkoba. Pertama Satnarkoba Polres Tanjungpinang mengamankan dua orang pelaku berinisial AN (24) dan HA (31) yang diduga sebagai pengedar sabu seberat 5,6 kilogram dan 1.900 butir ekstasi.

Keduanya diamankan di Jalan Potong Lembu, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Senin (27/11) sekitar pukul 00.30.

Penangkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai akan adanya transaksi narkoba.

Setelah dilakukan penggerebekan polisi mengamankan empat bungkus kemasan Teh merk Guanyinwang yang berisikan kristal bening sabu.

Baca Juga :  Mobil dari Pekanbaru Ditahan Polisi

Di dalam tas warna hitam berless orange tersebut juga temukan dua bungkus kemasan teh china yang berisikan sabu.

Selain itu juga diamanakan satu bungks plastik yang di balut alumunium foil dan dibalut dengan plastik berisikan narkotika yang diduga jenis ekstasi warna pink, warna orange dan warna abu-abu sebanyak 19.00 butir eksatasi.

Kemudian penangkapan 17.240 oleh anggota AVSEC Bandara Raja Haji Fisabililah (RHF) Tanjungpinang menangkap kurir narkoba berinisial MR (27).

Tersangka MR, kurir narkoba jaringan Internasional yang diduga dari Malaysia, menggunakan modus dengan menyimpan satu bungkus pil ekstasi di dalam plastik bening dan disimpan diselangkangan dengan cara membalutnya dengan celana dalam sebanyak 5 lapis. Kemudian dilakukan pengembangan terhadap 5 tersangka lainnya dan ternyata kelima rekannya itu bersebunyi di beberapa hotel di Tanjungpinang untuk menghilangkan jejak.

Namun malangnya, polisi berhasil menemukan persembunyian mereka serta meringkus kelima tersangka itu. Empat tersangka yang ditangkap di Hotel Kaputra di kamar nomor 320 berinisial AR (35), RHA (29), PS (27), RPP (27). Sedangkan untuk satu tersangka lainnya ditangkap di Hotel Pelangi Tanjungpinang berinisial RRN.

Baca Juga :  Judi Sie Jie Makin Marak

Sementara itu untuk barang bukti yang berhasil ditemukan dari keenam tersangka, didapati 7 bungkus besar pil ekstasi berlogo Hello Kitty warna pink yang ditemukan di Bandara RHF Tanjungpinang, Hotel Pelangi, dan Hotel Kaputra dengan jumlah keseluruhan sebanyak 17.240 butir.

Atas perbuatan keenam tersangka kurir jaringan internasional yang seluruhnya berasal dari Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara ini, masing-masing dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dengan ancaman maksimal hukuman mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda maksimal Rp 10 miliar. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here