Lima Kursi DPRD Kosong

0
494
Kantor DPRD Tanjungpinang di Senggarang.

TANJUNGPINANG – Sampai dengan Oktober mendatang, lima kursi di DPRD Kota Tanjungpinang diperkirakan akan kosong. Hal ini disebabkan beberapa hal.

Kabang Umum Sekwan Tanjungpinang, Yuswaddinata menjawab hal ini, menuturkan, pertama mundurnya Rahma dari DPRD Tanjungpinang pada Februari lalu.

Rahma mundur memilih maju menjadi calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang dari Partai Golkar bersama Syahrul dari Partai Gerindra.

Hasil Pilkada 27 Juni lalu, pasangan tersebut akan memimpin Kota Tanjungpinang periode 2018-2023 mendatang.

Proses Pergantian Pergantian Antar Waktu (PAW), Rahma masih diproses. Sesuai hasil Pemilu 2014 lalu, akan digantikan Supriyono dari Dapil Tanjungpinang Timur.

Kemudian, kekosongan kursi DPRD bertambah sejak meninggalnya Ir Borman Sirait pada Juli lalu karena sakit. Sesuai aturan, suara kedua terbanyak yang menggantikan Borman nanti adalah Kendy Agustin yang kini juga ikut mencalonkan diri di Pileg 2019 dari PDIP.

Selain itu, September mendatang tiga anggota DPRD Kota Tanjungpinang akan mengundurkan diri karena kembali maju sebagai Caleg dari partai yang berbeda.

Diantaranya Beni sebelumnya di PKPI, kini menjadi Caleg dari Golkar. Sedangkan Agung rekannya satu partai maju ke tingkat Povinsi dari Partai Nasdem.

Selain itu, Fengky Fensito kembali maju menjadi Caleg dari Nasdem dari sebelumnya Hanura.

Yuswaddinata menuturkan, proses PAW Rahma sedang diproses. Nama penggantinya sudah diberikan KPU Kota Tanjungpinang.

Dituturkannya, rencananya pelantikan lima anggota DPRD yang PAW akan dilaksanakan serentak, Oktober mendatang. ”Kalau rencananya serentak, tapi belum ditentukan menunggu keputusan pimpinan,” paparnya.

Selain itu, ia menuturkan dua nama anggota DPRD yang memilih pindah partai sudah mengantarkan surat pengunduran diri, yang akan diproses. ”Sudah ada yang mengantarkan suratnya, setelah itu akan kita proses,” tuturnya.

Terkait hak-hak yang akan diterima, Yus begitu sapaan akrabnya tersbeut, menuturkan untuk Rahma sudah berhenti sejak Februari lalu. Sedangkan Alm. Borman sesuai aturan, tiga bulan setelah meninggal masih diberikan pendapatannya kepada ahli waris yaitu keluarga.

”Sampai Oktober, istri Pak Borman masih diberikan pendapatannya,” ucapnya.

Sedangkan bagi anggota DPRD yang mundur, terhitung sejak pengunduran dirinya, maka hak-haknya tidak diberikan lagi. Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga menuturkan, pengunduran diri tiga anggota DPRD yang pindah partai akan diproses setelah penetapan Daftar Caleg Tetap (DPT) pada September mendatang.

”Setelah DPT baru dinyatakan berhenti, akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” tuturnya singkat. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here