Limbah Kayu Tutupi Saluran Bendungan

0
45
TUMPUKAN limbah kayu menghambat aliran Air di Bendungan Tapau. F-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

NATUNA – Limbah kayu kembali menumpuk di pintu air Bendungan Tapau, Senin (22/10).

Kayu hutan itu akan terus menumpuk, dan menyumbat saluran jika tidak kunjung di bersihkan.

”Setiap kali hujan lebat, bendungan tersebut selalu dipenuhi limbah kayu besar menumpuk dan membuat bendungan meluap,” kata Aceng, salah satu tokoh pemuda Air Lengit.

Kata dia, limbah kayu itu tidak akan pernah ada habisnya meskipun sering dibersihkan. Namun, tetap saja limbah kayu akan kembali menumpuk dan menutupi saluran air.

”Soalnya kayu mati di atas bendungan cukup banyak. Satu persatu kayu itu akan hanyut ke bawah,” tandasnya.

Aceng berharap, kayu tersebut dapat terus di bersihkan setiap dua kali setahun.

Bahkan, tahun ini sudah pernah dilakukan melalui dana operasional BWS Sumatera IV.

”Jika perlu ada penebangan pohon yang sudah mati. Paling tidak radius 1 kilometer itu sudah bersih dari pohon yang mati,” harapnya.

Selain itu, ia menambahkan agar sebelum memulai kegiatan BWSS IV untuk melakukan pemetaan titik-titik krusial yang perlu penanganan perawatan supaya hasilnya maksimal.

”Operasional perawatan bendungan setiap tahun selalu ada dari BWSS. Tidak ada salahnya tahun depan pembersihan dilakukan pada limbah kayu yang ada diatas bendungan yang saat ini selalu menumpuk,” tutupnya.

Bulan Juli lalu, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek pembangunan saluran Irigasi Bendung Tapau.

Pada kunjungan itu, Ngesti langsung melihat proyek tersebut yang akan dimafaatkan untuk pengairan sawah ke depannya.

Ia berharap, pembangunan saluran primer tersebut mampu membuka peluang sektor pertanian melalui pembukaan lahan persawahan di Natuna.

Dalam lawatannya, Wabup Ngesti didampingi PPK Irigasi dan Rawa BWS Sumatera IV, Eris dan Dinas PUPR Natuna, Herman.

Setibanya di lokasi Bendung Tapau, Ngesti langsung menuju lokasi utama penimbunan saluran primer yang dikerjakan oleh PT Benteng Indo Raya (BIR).

Selanjutnya, Wabup Ngesti dan rombongan juga diajak meninjau lokasi pemasangan beton saluran primer yang dilaksanakan oleh PT Bahana Krida Nusantara (BKN).

Dilokasi, mantan istri Bupati Natuna Periode 2004-2009 Daeng Rusnadi itu langsung disambut para pekerja. Mereka adalah masyarakat lokal, yang turut ambil bagian dalam pekerjaan pemasangan beton.

Kepada pekerja, Ngesti juga menanyakan kelancaran pekerjaan mulai dari pasokan material sampai dengan pembayaran gaji karyawan.

Setelah berbincang dengan pekerja, Wabub Ngesti bersama para pelaksana proyek meninjau percetakan beton saluran milik PT BKN. Ia langsung meninjau cara perakitan besi hingga pengecoran. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here