Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Sebong Pereh

0
372
SEORANG warga mengamati minyak hitam (sludge oil) yang mencemari pantai Desa Sebong Pereh, Rabu kemarin. f-jendaras/tanjungpinang pos

TELUKSEBONG – Limbah minyak hitam (sludge oil) kembali mencemari pantai di Pulau Bintan. Setelah setahun tidak terdengar, Januari 2019 limbah tersebut kembali menyambangi Bintan.

Limbah minyak hitam tersebut diketahui oleh nelayan Desa Sebong Pereh, Rabu (16/1) pagi sekitar pukul 06.30, saat menjelang air laut surut. Diperkirakan, limbah minyak hitam tersebut terdampar di pantai, pada dini hari atau saat puncak air laut pasang.

Arri, seorang warga setempat mengetahui limbah minyak hitam, karena baunya sangat menyengat. Karena curiga, ia lantas ke pantai dan menemui minyak tersebut sudah memenuhi sepanjang pantai.

”Semalam pas orang-orang nyuluh udang, belum ada. Baru pagi ini ada,” jelasnya saat diwawancarai Tanjungpinang Pos, kemarin.

Ia menyebutkan, pencemaran limbah minyak hitam ini baru kali pertama terjadi di tahun 2019. Hal ini kerap terjadi setiap tahunnya. Biasanya terjadi saat akhir, hingga awal tahun, atau tepatnya pada musim angin utara.

Terpisah, Adi nelayan Desa Sebong Pereh mengeluhkan kondisi minyak hitam di wilayahnya. Selain mengganggu aktivitas di pantai, cemaran minyak hitam ini juga mengotori pompong dan jaringnya.

”Lihat lah bang, di pantai sebanyak itu. Pompong kami dah kena, dan jaringnya juga,” keluhnya.

Sementara itu, limbah minyak hitam tidak hanya mencemari pantai Desa Sebong Pereh. Dari informasi yang diterima, limbah minyak hitam sudah mencemari pantai di kawasan Lagoi, sejak 2 hari lalu.

Limbah minyak hitam ini juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (15/1) lalu, juga sudah menerima laporan pencemaran limbah minyak hitam. Dikatakannya, pemerintah melalui aparat keamanan sudah turun langsung untuk mengawasi masalah tersebut.

”Tadi sudah ada KRI yang turun, mengawasi laut perbatasan. Pemerintah juga akan menggunakan satelit untuk melacak dan mengejar pelaku pembuangan minyak hitam. Kalau ketahuan kami tangkap,” sebutnya, di sela kunjungan ke kawasan industri Lobam, Selasa siang lalu. (aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here