Limbah Pasar Jadi Kompos dan Pakan

0
938
Kumpulkan sampah: Petugas kebersihan saat mengumpulkan sampah di pasar Bintancenter. F-Etik Triwahyuni

TANJUNGPINANG – Sayur busuk serta kotoran ikan yang ada di pasar Bintancenter, ternyata dimanfaatkan untuk memuat pupuk atau kompos bagi pengelola kebersihan pasar. Sebagian lagi digunakan untuk pakan ternak

Menurut Dasmin, Ketua Pengeloladan Kebersihan Pasar Bintancenter, sebagian besar limbah dari pasar masih bsia didaur ulang untuk dijadikan barang barang yang memiliki nilai ekonomis. Menurutnya, hanya sebagian dari sampah pasar saja yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS sampah yang selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) .

”Memang tdiak semua semua limbah sayur bisa diolah untuk jadi kompos karena tempat pengolahan yang kita miliki kapasitasnya tidak terlalu besar, sehingga bahan baku yang dibutuhkan masih terbatas,” sebut Darwin saat dijumpai beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  TJA Langsung Buka Posko

Menurutnya, pengolahan kompos dari limbah sayur itu dilakukan di samping pos securiti yang masih berada di lingkungan pasar Bintancenter. Hal yang serupa juga disampaikan Haryanto, Wakil Ketua Pengelola dan Kebersihan Pasar yang menyebutkan setiap sore ada petugas yang membersihkan serta memilah sampah yang ada di pasar.

”Pada pagi hari hanya sebagian sampah yang bisa dibersihkan dari pasar. Karena pembersihan pasar tidak bisa dilakukan sekaligus di pagi hari agar tidak mengganggu pengunjung pasar dan pedagang. Maka sebagian kerjanya di sore hari,” sebut Haryanto.

Baca Juga :  LAM: Monumen Bahasa Harus Dibangun

Kompos yang dihasilkan, sambungnya tidak untuk dijual, melainkan digunakan untuk pupuk tanaman yang ada di lingkungan pasar. Menurut Haryanto, untuk membuat pupuk kompos, mereka hanya butuh sampah organik dua bak khusus.

”Dua bak ini setelah diolah bisa menghasilkan 6 drum kompos. Karena jumlahnya sangat sedikit makanya tidak bisa dijual dan hanya bisa memenuhi kebutuhan kompos untuk pepohonan di sekitar pasar,” terang Haryanto.

Sementara proses pengolahan kompos ini, kata Haryanto memerlukan waktu yang cukup lama, yakni antara 2 sampai 3 bulan. ”Dalam dua sampai tiga bulan itu, kompos yang ada di bak harus rajin di balik-balikkan dan saat hujan terus menerus, komposnya tdiak jadi,” timpal Darmin.

Baca Juga :  Swasta Diminta Kembangkan Pariwisata Kebudayaan

Selain sebagian sampah dijadikan kompos, limbah sayur di pasar Bintancenter juga digunakan sebagai pakan ternak. ”Limbah sayuran yang jadi pakan ini berupa kupasan kol yang sudah dibuang oleh pedagang. Sayuran yang dijual pedagang khan harus segar agar memiliki nilai ekonomis, jadi yang layunya mereka buang,” sebutnya. (Etik Triwahyuni)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here