Limbah RSUD Meluap, Cemari Lahan Warga

0
480
GEDUNG: Gedung RSUD Natuna terlihat dari arah depan. F-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

NATUNA – LIMBAH dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna meluap ke lahan pemukiman masyarakat. Meluapnya air limbah, dikarenakan tangki penampungan telah melebihi kapasitas. Akibatnya, lahan yang terkena tumpahan limbah menjadi kuning dan mencemari sungai kecil di belakang area RSUD. Roni warga sekitar dan pemilik lahan mengatakan, sejak terkena tumpahan limbah ikan, kodok dan tanaman kebunya mati. ”Tong pengolahan limbah di RSUD ada dua unit. Salah satu tongnya kerap terlihat meluber karena dinilai isinya telah penuh. Sekarang, lahan saya sudah tidak bisa ditanami lagi,” ujar Roni, Selasa (25/7).

Hal ini membuat lahan tercemar dan tidak bisa ditanami tumbuhan serta makhluk hidup lainnya juga mati terkena air limbah tersebut. Menurutnya, bak penampungan limbah yang melebih kapasitas sudah lama terlihat terlebih saat hujan deras. Sejauh ini, pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dikelola secara mandiri oleh pihak di RSUD Natuna. Hanya saja, pihak RSUD dinilai teledor dan akibatnya limbah tersebut dapat membahayakan masyarakat setempat. ”Kami tidak tahu siapa yang punya kewajiban mengelolanya. Kami hanya mengetahui itu limbah RSUD, maka kami hanya mengeluhkannya ke sana,” kata Roni.

Direktur RSUD Natuna Faisal saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia beralasan, karena tidak memiliki biaya untuk membuang limbah B3 tersebut. Sehingga, setelah dilakukan pengolahan hanya ditimbun di RSUD. Selain itu, pihaknya akan mengkonfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait kondisi penimbunan limbah. ”Kami mau buang limbah B3 itu koordinasi dengan PLN, tapi tidak punya dananya, belum bisa dikirim,” ujar Faisal. Warga lainya yang tinggal di sekitar RSUD, mengkhawatirkan kejadian tersebut dapat mempengaruhi kesehatan warga sekitarnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here