Lingga Dapat Sapi Brahman Cross

0
380
SAPI Brahman Cross bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementan RI yang telah sampai di Lingga. F-TENGKU/tanjungpinang pos
Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendapatkan bantuan ternak sapi dari Kementerian Pertanian sebanyak 150 ekor. Sapi jenis Brahman Cross asli Australia ini, merupakan Program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB).

LINGGA – Sapi yang diberikan, dalam rangka percepatan penambahan populasi untuk pencapaian swasembada sapi di Indonesia.

”Sapi 150 ekor bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut, untuk 10 kelompok di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lingga,” terang Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga, melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh Teuku Taufik Ardiansyah, kemarin.

Teuku menjelaskan, kelompok penerima bantuan tersebut adalah yang memenuhi persyaratan sesuai dengan hasil seleksi tim CPCL.

Persyaratan itu, mulai dari persiapan kandang, gang way, tempat Loading serta yang terpenting lahan Hijauan Pakan Ternak (HPT).

”Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan lancar, ini merupakan upaya dalam mengembangkan dan meningkatkan program peternakan di Kabupaten Lingga,” sebutnya. Selain itu, sapi Brahman Cross merupakan jenis sapi yang mudah beradaptasi dengan lingkungan, pertumbuhan jauh lebih cepat dan tahan terhadap penyakit, budidayanya relatif mudah serta produksi dagingnya tinggi.

”Sebagaimana diketahui bahwa Sapi Brahman Cross berkembang, dengan sangat baik di Australia Utara (Nothern Territory) dengan agroklimat yang tidak jauh berbeda dengan di Indonesia,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pada dasarnya jenis ternak sapi apa saja bisa berkembang dengan baik di Indonesia.

Asalkan, jumlah dan kualitas pakan yang diberikan mencukupi serta tersedia air minum yang cukup.

”Harapan kami kelompok ternak penerima bantuan sapi Brahman Cross tersebut akan dapat meningkatkan populasi ternak,” imbuhnya.

Bupati Lingga H Alias Wello sebelumnya, telah merencanakan Pulau Bakung menjadi karantina sapi. Sebab, pulau tersebut telah diteliti oleh pihak Akademisi Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mengetahui pulau tersebut layak menjadi karantina sapi.

Program itu, berkali-kali bertemu Kementan RI untuk menawarkan Pulau Bakung menjadi pulau karantina sapi. (TENGKU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here