Lingga Jadi Contoh Pengembangan Peternakan

0
694
RAPAT: Bupati Lingga H Alias Wello saat menghadiri rapat pertemuan dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Peternakan di Jakarta, pekan lalu. F-ISTIMEWA

LINGGA – SETELAH menetapkan Program Peternakan menjadi program unggulan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga mendapat pujian dari Kementerian Peternakan RI.

Kabupaten yang berjuluk Bunda Tanah Melayu ini, ingin mengembangkan sektor peternakan yang dapat mensejahterakan masyarakat Lingga.

Hal itu diungkapkan Bupati Lingga H Alias Wello hadir pada pertemuan dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita dan Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini di Jakarta, Jumat (15/12) lalu.

”Pak Dirjen yakni I Ketut Diarmita memuji kegigihan Bupati Lingga, dalam komitmennya kemajuan sektor peternakan. Sambil bercanda, ia mengaku mengejar selama satu tahun untuk menagih program peternakan di Lingga,” kata Sabirin, Plt Kabag Humas Pemkab Lingga, Minggu (17/12).

Di hadapan Bupati Buton Utara, Sulawesi Tenggara Abu Hasan, dan sejumlah pejabat Kementerian Pertanian, Ketut menceritakan bagaimana uletnya Bupati Lingga yang berjuang untuk mendapatkan Program Peternakan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dipimpinnya.

”Dulu, Lingga itu tak dikenal di sini. Tetapi, pak Bupati ini bisa membuat saya dan Pak Mentan tertarik untuk berkunjung ke Lingga. Nah, ini perlu ditiru oleh pejabat daerah lainnya. Komitmen dan konsistensinya terhadap program yang sudah direncanakan, ini patut diapresiasi dan ditiru,” sebut Sabirin, yang menuturkan pernyataan I Ketut Diarmita.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini. Ia memuji kegigihan Bupati Lingga memperjuangkan Pulau Bakung untuk ditetapkan sebagai Pulau Karantina.

Sehingga, Pulau Bakung menjadi tempat isolasi sapi indukan yang didatangkan dari negara zona.

”Pulau Karantina ini merupakan perintah Undang-undang No.41 Tahun 2014, tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Tapi, tak banyak kepala daerah yang peduli dengan Pulau Karantina. Apalagi mau memberikan pulaunya untuk kepentingan negara,” katanya.

Sejak Pulau Naduk di Bangka Belitung dibatalkan sebagai Pulau Karantina. Banun mengaku sudah menerima tiga usulan dari daerah yang menginginkan pulaunya ditetapkan sebagai Pulau Karantina. Ketiganya adalah Pulau Bakung di Lingga, Kepri, Pulau Baai di Bengkulu dan Pulau Burung di Bangka Belitung.

”Hingga saat ini, sudah ada tiga usulan yang masuk. Ini patut kita apresiasi, Kabupaten Lingga telah satu visi, dengan kita soal Pulau Karantina. Data hasil kajian pendahuluan tentang Pulau Bakung dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, cukup membantu kerja tim Badan Karantina Pertanian,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Lingga H Alias Wello mengatakan, perjuangannya menjadikan Pulau Bakung sebagai Pulau Karantina dan pemanfaatan ratusan pulau-pulau kosong di sekitarnya sebagai sentra pengembangan agribisnis peternakan.

Hal itu merupakan bagian dari upaya untuk mendukung program Nawa Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla.

”Lingga punya 604 pulau besar dan kecil, dan baru 98 pulau yang berpenghuni. Sisanya kosong. Nah, ini yang saya tawarkan kepada Jakarta untuk dijadikan Pulau Karantina dan sentra pengembangan agribisnis peternakan,” kata pria yang disapa Awe ini. (TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here