Lingga Lockdown, Kepri Menyusul

0
2256

Wilayah Kabupaten Lingga masih aman dari kasus Korona. Untuk menjaga warga Lingga agar tetap sehat, Pemerintah Kabupaten Lingga memutuskan untuk menutup seluruh pintu masuk pelabuhan ke Lingga. Keputusan itu diambil Pemkab Lingga sebagai antisipasi masuknya virus yang kemungkinan dibawa dari pendatang dari daerah lain.

KEPRI – ”Tadi malam kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti Polres, Lanal, tokoh masyarakat dan perwakilan operator pelyaran yang beroperasi di Lingga. Hasil rapat disimpulkan mulai terhitung 28 Maret 2020 hingga empat belas hari kedepan pelabuhan pelabuhan akan tertutup untuk kedatangan dan keberangkatan orang dari luar daerah ke Lingga,” kata Bupati Lingga dalam pers rilis di Gedung Daerah Dabo Singkep, Minggu (25/3).

Menurutnya, kebijakan melakukan blocking area ini tentu secara langsung membuat operator pelayaran kapal feri dengan rute DaboTanjungpinang dan DaboBatam (PP) untuk sementara tidak boleh beroperasi. Sedangkan untuk kapal Roll Off Roll On (Roro) dan Kapal Kapal Barang dari Provinsi Jambi masih diizinkan berlayar sepanjang tidak membawa penumpang.

”Segera kami akan melakukan koordinasi dengan pihak ASDP sebagai pengelola Kapal Roro dan Kementerian Perhubungan untuk memberitahu kebijakan yang diambil Untuk Pemkab Lingga ini,” ucap Alias Wello.

Untuk transportasi udara, sambung Bupati Lingga, kebijakan ini belum dapat diterapkan, mengingat regulasi operasional penerbangan perintis Susi Air dan penerbangan komersil Wings Air di bawah pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

”Kami akan berkoordinasi dengan otoritas Bandar. Dabo untuk melakukan upaya maksimal pencegahan merebaknya virus-19. Mungkin dengan ditutupnya akses laut, secara langsung akan berdampak pada transportasi udara. Alhamdulillah, hasil koordinasi dengan telepon seluler pihak Bandara Dabo telah menyiapkan segala sesuatunya dalam upaya pencegahan masuknya virus,” terang pria yang akrab disapa Awe ini.

Dengan tidak beroperasinya moda transportasi laut ini, Pemkab Lingga telah menyiapkan speedboat khusus yang diperuntukan dalam kondisi emergency.

”Selama ini bila ada masyarakat yang dirujuk ke rumah sakit di Batam atau Tanjungpinang selalu mengunakan kapal feri reguler. Kini Pemda akan siapkan tranportasi khusus untuk membawa masyarakat yang dirujuk ini,” ucapnya.

Lebih jauh terkait pencegahan virus covid-19, Alias Wello menegaskan kepada seluruh kepala jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengurangi perjalanan dinas luar daerah.

”Intinya Pemkab Lingga dan jajaran isbtansi vertikal akan terus bersama untuk melakukan upaya pencegahan merebaknya virus di Kabupaten Lingga,” imbuhnya.

Sementara itu, Provinsi Kepri juga kini sedang mempersiapan diri untuk menetapkan status lockdown dari daerah lain, termasuk untuk pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI). Pemulangan TKI diusulkan untuk dilakukan langsung ke daerah tujuan. Kepri diminta untuk tidak dijadikan tempat penampungan TKI. “Jika transit antar kapal untuk dikirim ke daerah masingmasing, kita maklumi. Tapi untuk menginap tidak bisa karena kita akan lockdown.

Rencana penetapan lockdown disampaikan Gubernur Kepri, Isdianto, Rabu (25/3) di Batam. Menurutnya, Pemprov sudah menghubungi pemangku jabatan, mulai pemerintah daerah asal TKI. Namun belum ada jawaban. Dia akan kembali menghubungi Gubernur dan Wali Kota atau Bupati, daerah asal TKI.

”Saya minta konsul di Johor, kalau kita besok akan lockdown, bagaimana? Jadi ini akan kita bahas. Apapun bentuknya, akan kita sepakati. Kasihan walikota dan bupati yang terdampak, karena tidak bisa menampung TKI,” ujar Isdianto.

Isdianto merespon keluhan Walikota Batam, HM Rudi, atas pemulangan TKI ke Kepri. Sementara TKI, banyak dari luar daerah.

”Satu hal yang kami sampaikan, Batam, Karimun dan Tanjungpinang dihadapkan persoalan TKI yang pulang dari Malaysia, lewat Johor,” kata Isdianto.

Warga Indonesia yang pulang dari Johor itu, ada warga daerah lain. Namun, saat TKI hendak dipulangkan ke daerah asalnya, ada yang sudah menutup kedatangan orang dari luar. Pelabuhan atau bandara ditutup, sehingga TKI tidak bisa pulang ke daerah asal.

”Yang menjadi persoalan, ini akan kita rapatkan sore ini. Untuk menyiapkan lockdown. Tapi Pekanbaru, Dumai sudah menutup (lockdown). Sehingga warganya tidak bisa pulang dan adanya di tempat kita. Pemda mereka saja menolak menerima kedatangan warganya sendiri,” cetusnya.

Di tempat sama, Walikota Batam, HM Rudi mengatakan, saat ini WNI di Johor, Malaysia sudah datang. Dan akan terus berdatangan. Sehingga berharap agar Gubernur Kepri berkoordinasi dengan Gubernur dari daerah lain, dalam mencari solusi terhadap TKI ini.

”Saudara kita dari Johor akan datang bertubi-tubi, kalau bisa kita cari solusi, Batam akan berat,” harap Rudi.

Rudi menyarankan agar pemulangan TKI dari Johor, dilakukan langsung menuju daerah asalnya.

”Kalau bisa, kita berangkatkan dari Batam dengan kapal. Kalau tidak mau mereka, penting kita berangkatkan dari Batam,” cetus Rudi.

Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus Korona, Pemko Batam sudah menyisir dan menutup lokasi keramaian. Penutupan belum tuntas, karena ada pengusaha yang tidak mengikuti.

”Maka kita sudah tindak tegas dan akan dicabut ijin kalau tidak mematuhi. Karena saya ingin menuntaskan ini,” tegas Rudi.

Saat ini Batam diakui akan memiliki alat untuk mengetes virus corona. ”Tinggal butuh tempat dan dokter yang memahami. Kalau sudah masuk akan kita prioritaskan, yang sudah disweeping, itu akan kita test,” ujar Rudi. (tir/mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here