Lingga, Permata yang Tersembunyi

0
598

Bila mendengar kata permata, pikiran kita langsung melayang dengan sesuatu yang berkilauan dan indah. Dengan keindahan yang dimilikinya, maka akan selalu dicari dan diminati oleh khalayak sehingga tak heran permata mempunyai nilai yang tinggi. Namun sebuah permata tidaklah langsung memancarkan keindahannya begitu saja potensi yang dimilikinya tersebut. Ia harus melewati berbagai proses terlebih dahulu yang tentunya memerlukan waktu dan upaya.

Oleh: Eko Aprianto
Bekerja di BPS Kabupaten Lingga

Bercermin pada analogi permata, suatu wilayah atau daerah tentunya memiliki berbagai potensi yang dapat diberdayakan dengan optimal. Begitupun dengan Kabupaten Lingga yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, memiliki banyak potensi untuk dapat dikembangkan secara optimal.

Potensi Kelautan
Secara geografis, Lingga merupakan daerah kepulauan yang meliputi sekitar 600 lebih pulau baik berpenghuni maupun tidak sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kabupaten Lingga 2016-2021. Berbicara Lingga, tentunya tidak bias lepas dari potensi kelautan yang dimilikinya. Luas wilayah lautnya mencapai 90 persen lebih dari total luas wilayahnya yang berkisar kurang lebih 209.654,28 km2.

Potensi perikanan di Lingga didominasi perikanan laut baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya (keramba jarring apung). Selama kurun waktu 2015 saja, volume produksi perikanan tangkap mencapai 33.587 ton, sedangkan dari perikanan budidaya menghasilkan 64.200 ton. Nilai produksinya sendiri mencapai Rp 1.007.610.000 untuk perikanan tangkap dan Rp.11.556.000.000 untuk perikanan budidaya. Tentunya angka-angka tersebut masih dapat ditingkatkan bila dikelola dengan optimal. Berbekal potensi perikanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lingga juga telah melakukan penjajakan untuk membangun industri pengalenganikan yang telah dimulai dengan melakukan studi banding ke Banyuwangi. Usaha tersebut perlu diapresiasi dan didukung agar potensi perikanan Lingga dapat lebih memberikan nilai tambah bagi Kabupaten Lingga.

Untuk pengembangan lebih lanjut potensi kelautan yang dimiliki Lingga, ada beberapa alternatif yang mungkin dapat dilakukan oleh pemerintah daerah. Terkait perikanan, selain bantuan sarana dan prasarana untuk nelayan, perlu disertai dengan pelatihan bagi para nelayan dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah penguatan pada aspek pemasaran, misalnya melalui penguatan k operasi.

Potensi kelautan lainnya yang tidak kalah seksi adalah sektor pariwisata dengan ekowisata baharinya. Lingga yang diuntai oleh deretan pulau-pulau kecil dan bentangan pantai yang cukup panjang serta diperkaya dengan berbagai terumbu karang di kedalaman lautnya, menjadi permata kilau untuk memikat para calon pelancong.

Potensi yang luar biasa ini harus dipoles/dikembangkan untuk menjadi potensi ekonomi baru bagi Kabupaten Lingga. Pengembangan tersebut tentunya tetap memperhatikan dan berpedoman pada sistem pelestarian sumber daya alam yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Wisata bahari yang cukup terkenal antara lain PantaiBerhala, Pantai Dungun, Pantai Batu Berdaun, Pantai Sergang, Pantai Pasir Panjang, Pulau Benan, dan lain sebagainya.

Selain spot wisata yang disebutkan di atas, sebenarnya Lingga masih memiliki banyak kekayaan baharinya yang dapat dikelola menjadi objek wisata. Misalnya saja kawasan hutan bakau di sepanjang garis pantai Lingga maupun kawasan konservasi karang di Ceranggong atau di Pulau Kongki Besar.

Hal yang menarik lagi untuk melengkapi potensi wisata Lingga adalah adanya potensi budaya Melayu yang telah ada secara turun temurun. Slogan Bunda Tanah Melayu tentunya mempunyai makna yang mendalam. Lingga dulunya merupakan sebuah kesultanan yang wilayahnya meliputi Johor-Pahang-Riau-Lingga dengan Daik sebagai ibukotanya, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Potensi budaya yang bisa memanjakan pandangan para pelancong, antara lain berbagai jenis kesenian, benda-benda peninggalan sejarah, dan lokasi-lokasi artistik budaya yang berada di wilayahLingga. Ini semua menjadi aset strategis untuk mendongkrak potensi sektor pariwisiata di Lingga.

Dalam rangka meningkatkan sektor wisata di Lingga, pemerintah kabupaten bisa membentuk semacam DesaWisata. Dan ini, sejalan dengan kebijakan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang tujuannya untuk memajukan pariwisata di setiap daerah. Dengan pengelolaan yang lebih optimal dan disertai dengan promosi yang memadai bukan tidak mungkin di masa mendatang sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang utama dalam perekonomian Lingga.

Potensi Pertanian
Dalam beberapa tahun belakangan ini, Pemerintah Kabupaten Lingga sedang gencar melakukan pembukaan lahan sawah untuk penanaman padi. Target yang ingin dicapai oleh pemkab adalah seluas 3.000 hektar. Lokasi pembukaan lahan tersebut antara lain di Resang, Marok Kecil, Sungai Besar, Kerandin, Linau, Bukit Langkap, Senayang, dan beberapa lokasi lainnya. Diharapkan ke depannya Lingga dapat menjadi daerah lumbung padi khususnya untuk wilayah Kepulauan Riau.

Untuk mewujudkan obsesi tersebut, ada beberapa hal yang mungkin perlu menjadi perhatian, misalnya kondisi tanah di wilayah Lingga yang cenderung memiliki kadar keasaman yang tinggi. Dalam mengatasi keasaman, pemerintah daerah telah berusaha menggunakan dolomit, namun memang untuk tahap awal diperlukan dalam jumlah besar sehingga perlu kiranya membuat kerja sama dengan daerah penghasil dolomit.

Hal lain yang juga perlu menjadi perhatian adalah budaya masyarakat Lingga yang secara historis merupakan nelayan, tentunya perlu dilakukan pendekatan tersendiri kepada mereka untuk memancing antusiasmenya seperti pemberian insentif maupun pelatihan teknissecara berkala.

Selain itu, masalah permodalan harus menjadi perhatian serius buat pemerintah daerah agar di masa mendatang para petani dapat mandiri. Untuk itu perlu dipikirkan mekanisme permodalan mandiri bagi petani, misalnya melalui pembentukan koperasi yang secara khusus menangani persawahan.

Sebenarnya selain potensi lahan sawah, Lingga masih memiliki beberapa potensi pertanian yang cukup menjanjikan. Mengacu padahasil Sensus Pertanian 2013 dan pengumpulan data produksi pertanian, ada beberapa komoditi yang potensi produksinya cukup tinggi di Lingga. Misalnya saja produksi karet ada sebanyak 4.412 ton kemudian sagu dengan produksi sebanyak 2.618 ton atau kelapa dengan produksi sebanyak 1.301 ton selanjutnya juga lada/sahang dengan produksi 48.60 ton.

Tentunya dengan pengelolaan yang tepat, potensi tersebut masih dapat ditingkatkan lagi. Bahkan untuk meningkatkan lagi nilai tambah dari produksi pertanian tersebut, maka bukan bahan mentah yang dilepas ke pasar, namun telah melewati proses lanjutan terlebih dahulu.

Sejalan dengan semangat peningkatan nilai tambah hasil pertanian, yang tidak boleh dilupakan adalah masalah pemasaran. Sebagai salah satu alternatif bisa saja badan usaha milik pemerintah daerah menjadi pengelola pemasaran sehingga para petani cukup memikirkan bagaimana menghasilkan produksi pertanian yang baik, masalah penjualan sudah bis alangsung berhubungan dengan badan usaha tadi.

Berbagai potensi yang disebutkan sebelumnya merupakan sebagian dari modal untuk pembangunan Kabupaten Lingga, walau sebenarnya masih banyak lagi potensi lainnya. Pengelolaan yang optimal dan disejalankan dengan pembangunan lainnya di berbagai bidang, maka pencapaian Lingga Terbilang 2020 akan semakin realistis. Tentunya dengan pencapaian tersebut, diharapkan kesejahteraan masyarakat Lingga akan meningkat. Dirgahayu Kabupaten Lingga semoga semakin berkibar di masa mendatang dan menjadi permata yang tidak lagi tersembunyi. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here