Lingga Siap Suplai Air Bersih ke Batam

0
652
Air terjun- Air Terjun Jelutung salah satu air terjun yang ada di Lingga. f-tengku/tanjungpinang pos

LINGGA– Pihak Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) mengaku memiliki solusi jitu untuk mengatasi masalah kekurangan air baku di Kota Batam dan sekitarnya tanpa harus membangun bendungan baru. Hal ini dikatakan Bupati Lingga, H Alias Wello, Jumat (24/3).

“Kita semua tahu, Kabupaten Lingga itu memiliki banyak air terjun yang belum dimanfaatkan. Untuk kebutuhan air baku Batam sebesar 3.250 liter per detik, cukup dipasok dari air terjun Jelutung,” kata Bupati Lingga, Alias Wello, Jumat (24/3).

Beredasarkan hasil pengukuran yang dilakukan oleh konsultan beberapa tahun lalu, debit air terjun Jelutung, Desa Mentuda, Kecamatan Lingga yang mengalir langsung ke laut itu, mencapai 4.000 liter per detik.

“Ini baru satu air terjun saja, sudah bisa mengatasi kebutuhan air baku Kota Batam dan sekitarnya. Bahkan, kalau kita lihat volumenya sudah berlebih,” kata Awe, sapaan akrab Bupati Lingga ini.

Soal bagaimana caranya untuk mengalirkan air terjun Jelutung itu ke Batam dan sekitarnya, ia mengaku pemerintah sudah punya pengalaman mengalirkan gas dari Natuna ke Singapura dengan menggunakan pipa bawa laut sepanjang 500 kilometer.

“Saya yakin mengalirkan air tentu lebih mudah dari pada mengalirkan gas. Apalagi posisi air terjun Jelutung dengan Batam hanya berjarak sekitar 150 kilometer. Jika kita semua berpikir untuk jangka panjang, inilah solusi jitu untuk mengatasi masalah air di Batam,” tambahnya.

Awe menuturkan, saat berkunjung ke proyek pembangunan Sei Gong, Batam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ia mengungkapkan, bendungan ya?ng berada di Desa Sijantung, Kecamatan Galang itu, mampu menyalurkan air baku sebesar 400 liter per detik.

Bendungan ini dibangun untuk mengatasi kekurangan air bagi masyarakat Kecamatan Galang, di Rempang dan utamanya di kota Batam yang kekurangan.

“Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, kebutuhan air baku untuk wilayah Batam dan sekitarnya sebesar 3.250 liter per detik. Namun, saat ini baru tersedia 2.800 liter per detik. Berarti masih ada kekurangan dan Kementerian PUPR akan mencari sumber air baru,” kata Alias mengulang perkataan Menteri PUPR. Berdasarkan hal inilah, Awe menawarkan potensi air yang dimiliki Lingga kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. (tir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here