Lion Air Perpanjang UWT Jadi 50 Tahun

0
464
Wakil wali Kota Batam Amsakar Achmad saat peletakan batu pertama pembangunan perumahan karyawan Lion Air beberapa waktu lalu.f-istimewa/huams pemko batam

BATAM – Lion Air yang melakukan investasi di Bandara Hang Nadim, dengan pembangunan hanggar untuk maintenance, repair and overhaul (MRO), memperlihatkan optimismenya dengan Batam. Masa UWT selama 30 tahun yang ditanamkan sebagai bagian investasinya, memperpanjang menjadi 50 tahun, walau belum mendekati tenggat waktu.

Perpanjangan masa waktu uang wajib tahunan (UWT) diserahkanKepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita, Rabu (28/2) di Batam, setelah sehari sebelumnya menyerahkan perpanjangan UWT ke Lion. ”Lion Air meminta penambahan masa waktu ?di Hang Nadim, menjadi 50 tahun,” beber Lukita.

Baca Juga :  Aktivitas Fisherism Tanjung Riau Mulai Ramai

Atas kebijakan BP memberikan ijin perpanjangan UWT, walau belum waktunya, Kepala BI Kepri, Gusti Raisal Eka Putra mengapresiasi. “Sertifikat UWT untuk MRO Lion kemarin dampak positif ke ekonomi. Karena itu juga memberikan kepastian kepada mitra-mitranya Lion Air dalam bermitra. Tapi penting juga dipastikan, kapan mereka mulai jalan (pengembangan),” imbau Gusti.

Sebagaimana disampaikan Lukita, walau masa UWT Lion Air belum selesai untuk 30 tahun, namun BP Batam menyetujui perpanjangan menjadi 50 tahun, dimaksudkan untuk memberikan kepastian investasi. Sehingga, selain kemudahan investasi dari insentif Batam sebagai daerah FTZ, juga kemudahan dalam mendapatkan kepastian kelanjutan investasi.

Baca Juga :  Asperikat Bantu Tekan Inflasi Daerah

”Kekhususan Batam harus diikuti kemudahan. Kekhususan dan kemudahan itu yang kita dorong dijalani investor di bidang MRO,” bebernya.

Bahkan Lukita mengatakan, jika Lion Air ingin melakukan ekspansi di Batam, mereka mendukung melalui penyediaan lahan. ”Terkait lahan Lion, jika ingin ekspan di Batam, kami siap. Jika diperlukan dan memungkinkan, kita berikan tambahana insentif. Dengan catatan, investasi harus serius,” tegasnya.

Masih ada potensi-potensi insentif atau kemudahan yang bisa diperoleh investor ke Batam. Diantaranya, BP Batam siap membantu mengurus perijinan ke pusat, jika investor seperti Lion membutuhkan perijinan dari pemerintah pusat. Namun diharapkan, untuk mempermudah realisasi investasi, diharapkan ada pelimpahan kewenangan.

Baca Juga :  Petugas Upacara HUT RI di Batam Jalani Swab

”Kalau memang ini khusus untuk FTZ, harus diselesaikan dulu yang menghambat. Perlu ada pelimpahan kewenangan perijinan untuk memudahkan, investasi. Kita siap memberikan tambahan insetif. Kalaupun kita harus kekurangan pendapatan, kita siap,”imbuhnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here