Lirik Batam Karena Strategis

0
827
PIMPINAN PT EUP menandatangani perjanjian dengan pihak BP Batam di Gedung BP Batam di Batamcenter, Rabu (24/1).f-martua/tanjungpinang pos

PMDN Investasi Rp 1 Triliun

Badan Pengusahaan (BP) Batam menandatangani Perjanjian Pengalokasian Lahan (PPL) dengan PT Energi Unggul Persada (EUP) yang akan buka usaha baru di Batam.

BATAM – PERUSAHAAN tersebut investasi modal sekitar Rp 1 triliun di Batam untuk bidang usaha refinery biodiesel dengan lahan sekitar 8 hektare. Mereka akan mempekerjakan sekitar 200 tenaga kerja untuk tahap awal.

Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan antara Kepala Kantor Pengelolaan Lahan BP Batam, Imam Bachroni, Rabu (24/1) dengan pihak perusahaan. ”Mereka bergerak di pengolahan minyak goreng dan biodisel,” kata Bachroni.

Perusahaan yang akan menempati lahan di Kabil, Nongsa itu, akan membangun pabrik refinery. Pabrik menjadikan kelapa sawit sebagai bahan baku utamanya nanti. Sementara limbahnya dijadikan energi biodiesel. ”Mereka segera membangun usaha dan menyerap tenaga kerja,” harapnya.

Imam mengatakan ketersediaan lahan kawasan industri dan iklim usaha yang kompetitif serta letak Batam di jalur pelayaran Internasional dinilai tepat untuk memenuhi berbagai kebutuhan industri termasuk refinary minyak goreng dan biodisel.

Baca Juga :  PAD Lego Jangkar Cuma PHP

Karena itu mereka memilih Batam untuk membuka usahanya. Walau investor itu tidak menggunakan Izin Investasi 3 Jam (I23J), namun tetap diberikan kemudahan. ”Mereka masuk melalui kemudahan – kemudahan pelayanan dan perizinan,” bebernya.

Pihaknya optimis bahwa Batam masih punya prospek bagus tujuan investasi dibandingkan negara-negara lain, khususnya di kawasan sejenis.

”Batam punya modal cukup kuat untuk diperhitungkan. Ketersediaan lahan kawasan industri, infrastruktur bandara, pelabuhan dan fasilitas lainnya tersebut bagi pengusaha sangat kompetitif,” ujarnya.

Dia mengajak seluruh elemen baik pemerintah dan masyarakat untuk selalu bersama-sama mendukung peningkatan investasi di Batam dengan menjaga iklim investasi yang kondusif sehingga para investor merasa nyaman dan dapat mengembangkan usahanya lebih besar lagi.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Lukita sudah mengungkapkan rencana investasi Rp 1 triliun itu. Perusahaan biodiesel itu menandatangani kesepakatan investasi beberapa waktu lalu.

”Untuk pembangunan biodiesel Rp 1 triliun, saya sudah tandatangan untuk investasi. Itu pertama untuk lahan yang baru kita alokasikan. Jadi ini pecah telur untuk alokasi lahan baru untuk investasi yang akan realisasi,” katanya.

Baca Juga :  BPR Terancam Gulung Tikar

Menurut Lukita, saat ini Batam kembali menggeliat. Selain yang sudah realisasi, juga terasa dari minat investor yang menyampaikan ingin investasi. ”Sekarang sudah banyak yang datang menyatakan ingin berinvestasi. Makanya kita panggil satu-satu dan minta sampaikan rencananya,” ungkap Lukita.

Untuk meningkatkan gairah investasi, maka BP memberikan kemudahan dan insentif. Termasuk galangan kapal yang selama ini menjadi salah satu andalan Batam.

”Galangan akan kita berikan insentif. Sekarang mulai berbenah. Ada juga investor yang ingin membangun pusat digital. Tapi belum bisa kami sampaikan,” sambungnya.

Liang Pongo, Direktur PT Energi Unggul Persada (EUP) sangat berterima kasih kepada BP Batam karena sangat membantu investasi.

”Semoga yang sudah kita rencanakan berjalan lancar. Akan segera kita mulai. Target minggu ini mulai. Kita tetap berkoordinasi dengan BP,” jelasnya.

Baca Juga :  Tabrakan, Dua Korban Tewas

Ia mengatakan, saat mengurus perizinan di BP Batam, banyak kemudahan yang diperolehnya karena ini paling cepat. Tidak jelimet dan tepat.

Liang Pongo mengatakan, mereka merupakan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) yang bergerak di bidang kelapa sawit.

Saat ini, terdapat perkebunan di 85 lokasi yang sudah beroperasi. Sekitar 100 CPU. Apa yang dihasilkan di sana akan dioleh menjadi minyak goreng di Batam.

Tahap awal, mereka mempekerjakan karyawan sekitar 200 dulu. ”Kita mengedepankan orang dalam negeri. 40 hari target mulai beroperasi. Tahap pertama 100 sampai 200 miliar dari rencana investasi total Rp 1 triliun.

Pasar produksi mereka diakui ke dalam negeri. Mereka akan menerima pesanan dari manapun. ”Satu bulan ke depan sudah mulai beroperasi dan alatnya saat ini sudah berada di Tanjunguncang,” tambahnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here