Lirik Kapal Selat Malaka, PMA Bangun FSU

0
529
KAPAL-KAPAL melintas di perairan Batuampar, Batam Provinsi Kepri. PMA akan segera membangun SPBU apung di Batuampar Batam. f-martunas/tanjungpinang pos

BATAM – PT Agra Telaga Kajayan melirik kapal-kapal yang berlayar melewati Selat Malaka, khususnya yang labuh jangkar di perairan Batam. Nantinya, kapal-kapal itu akan mendapat kemudahan mengisi bahan bakar di perairan, melalui Floating Storage Unit (FSU) sejenis SPBU apung. Untuk investasi ini, PT Arga yang merupakan Penanam Modal Asing (PMA) ini akan menanamkan modal awal sekitar 27 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 364,5 miliar.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita, Jumat (16/3) lalu telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan direksi PT Agra Telaga Kajayan, Koesmoeryantati di Batam. MoU memuat rencana investasi pengelolaan dan pengoperasian FSU. ”Ini semacam pom bensin (SPBU) terapung di perairan Pelabuhan Batuampar,” kata Lukita.

Dijelaskan Lukita, untuk Batam, ini pertama kali memanfaatkan potensi perairan. Diharapkan, PT Agra akan segera merealisasikan investasi yang memanfaatkan laut itu. ”Pertama kali kita memanfaatkan potensi perairan yang selama ini kurang maksimal,” ceritanya.

Investasi itu juga seperti mendorong BP Batam untuk mendorong pemanfaatan laut untuk investasi. Dimana, mereka diakui akan menata perairan di seputar Batam yang lalu lintasnya sangat padat. ”Sayang kita kurang memanfaatkan. Ini langkah awal. Realisasi harus mendapat izin Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Dijanjikan, BP Batam akan membantu investor itu untuk segera dapat mendapat izin dari Kemenhub. ”BP akan aktif melakukan komunikasi agar segera izin dikeluarkan. Dengan MoU ini, ke depan juga akan kita lakukan dengan pihak lain,” harapnya. Dijelaskannya, jika FSU terbangun, akan berdampak pada kemudahan kapal mendapat pelayanan. Dimana, FSU dimaksudkan untuk mendukung pelayaran dengan menyediakan tanki terapung.

Sehingga bisa membantu operator, seperti SPBU di laut. Menurut Lukita, ada tujuh titik perairan di Batam yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan alih muat kapal dan FSU. ”Makanya kita undang juga Syahbandar, Bea Cukai untuk menyaksikan MoU. Biar tahu rencana investasi ini dan mendukung,” sambungnya.

Sementara Koesmoeryantati mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan administrasi dan teknis di lapangan. Dari segi keamanan dan keselamatan kapal di laut diakui sudah diperhatikan. ”FSU di Batam jadi pilot project untuk pengelolaan dan pengoperasian. Kita harapkan, memberikan multiplier effect,” harap Yantati. Diakuinya, sebenarnya mereka sudah mengurus rencana investasi itu sejak tahun 2006 lalu. Namun baru terwujud dalam MoU, untuk saat ini. Selain itu, dulunya perusahaan itu merupakan PMDN. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here