Lis Dukung Teluk Keriting Jadi Kampung Wisata

0
848
H Lis Darmansyah

Pemprov Harus Ikuti Aturan yang Ada 

Tanjungpinang – Rencana Gubernur Kepri membuat kawasan Teluk Keriting jadi kampung wisata dapat lampu hijau dari Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah.

Namun Politisi PDI Perjuangan Kepri ini, minta Pemprov Kepri harus mengikuti aturan yang ada. Lis mengaku sudah bertemu dengan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di Jakarta.

Di sela-sela pertemuan itu, Lis menyampaikan masukkan kepada mantan Bupati Karimun dua periode tersebut terkait pembangunan kawasan Teluk Keriting menjadi kampung wisata.

”Saya sampaikan waktu itu, Pak ini harus dibahas dulu, tidak boleh setengah-setengah. Kita kan ada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) detail tata ruang kabupaten/kota, paparkan konsepnya, sosialisasikan kepada masyarakat, untuk penyempurnaan perencanaannya,” terang Lis kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (3/3) kemarin

Lis menceritakan bahwa rencana penataan kawasan Teluk Keriting tersebut sudah ada sejak tahun 2003 atau zaman Wali Kota Hj Suryatati A Manan. Dan dirinya orang pertama yang menolak, atas rencana pembangunan tersebut, saat ia masih menjabat anggota DPRD Pemprov Kepri.

Karena, proses perencanaannya ada upaya reklamasi atau penimbunan laut sehingga berdampak terhadap pengerusakan lingkungan. Nah di tahun 2005-2007 muncul lagi rencana kawasan tersebut akan direvitalisasi sebagai tujuan mempercantik wajah ibu kota.

Namun salah, lagi-lagi rencana itu ada upaya merugikan masyarakat, nah karena hal itulah proses pembangunan tidak jadi dilakukan.

”Sekarang menjadi rencana pak gubernur. Saya pribadi, 1500 persen sangat mendukung rencana pembangunan tersebut. Asalkan melibatkan masyarakat, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk masalah IMBnya. Jangan karena diiming-iming bangunan rumahnya akan dikasih cat gratis, lalu kerugian terhadap masyarakat setempat bertahun-tahun,” beber Lis.

”Saya sudah tahu informasinya dari masyarakat sekitar, bahwa leading sektornya ada Pak Syamsul Bahrum (Asisten Ekonomi dan Pembangunan) dan Pak Abu Bakar (Kepala Dinas PU Kepri),” tegasnya.

”Jangan mentang-mentang Pak Syamsul Bahrum masyarakat setempat, lalu seenak-enaknya saja. Ikuti aturan yang ada,” terang Lis.

Wakil Ketua DPRD Kota Ade Angga, yang menyarankan bahwa perencanaan gubernur tersebut harus dan wajib melibatkan masyarakat setempat.

”Kalau untuk kemajuan saya sangat mendukung, tapi libatkan masyarakat serta berkoordinasi dengan pemerintah Kota,” terang politisi Golkar Tanjungpinang itu.

Ade Angga, tak lain warga Teluk Keriting justru ia sendiri belum tahu konsep seperti apa kampung wisata itu.

”Saya pun belum tahun konsepnya. Perlu disosilisasikan termasuk di DPRD Kota Tanjungpinang,” kata dia.

Ade menjelaskan di kawasan itu terdapat sekitar empat Rukun Warga (RW) dan sebelas Rukun Tetangga (RT).

Jadi bisa disimpulkan, jumlah masyarakatnya cukup banyak, bahkan di kawasan itu sebagian besar mata pencahariannya adalah nelayan. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here