Lis Minta RT dan RW Awasi Tower Ilegal

0
871
Dana insentif: Lis Darmansyah dan Syahrul diskusi para RT /RW.F-ISTIMEWA/HUMAS PEMKO TANJUNGPINANG

848 Ketua RT/RW Terima Dana Insentif Triwulan I 

Papan reklame dan tower di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih banyak yang tidak punya izin. Secara de jure and de facto, RT dan RW punya kewenangan menegur pihak-pihak pengembang, membangun menyalahi aturan.

TANJUNGPINANG – Hal ini diungkapkan Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah saat menyerahkan insentif RT dan RW di Aula Bulang Linggi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Jumat (21/4) lalu.

Terlihat wajah ratusan Ketua Rukun Warga dan Tetangga (RT/RW) di Kota Tanjungpinang, sumringah setelah Pemerintah Kota Tanjungpinang menyerahkan dana insentif triwulan I kepada 848 orang ketua RT dan RW menerima dana insentif triwulan I dengan rincian ketua RT sebanyak 680 orang dan ketua RW 168, masing-masing menerima dana insentif sebesar Rp. 375 ribu per bulan, maka diterima selama 3 bulan sebesar Rp. 1.057.500 setelah dipotong pajak.

Dana insentif tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah.

Lis Darmansyah menjelaskan, sejak 2015, 2016 dan 2017 kondisi keuangan derah belum begitu baik, sehingga program kegiatan belum bisa di wujudkan secara menyeluruh. Kondisi ini tak hanya terjadi di Tanjungpinang bahkan secara nasional.

Baca Juga :  Gedung Sekolah Satu Atap Kinclong, Tapi Sempit

Dengan kondisi defisit anggaran seperti saat ini, maka pemerintah perlu mengambil langkah-langkah bijak dalam menentukan program dan kegiatan yang menjadi pilihan terbaik.

”Pemerintah tak ingin mengorbankan kesejahteraan pegawai atau kepentingan masyarakat, karena itu pemerintah memilih menunda beberapa program yang menjadi prioritas dari visi dan misi pemerintah 5 tahun ke depan,” terangnya kepada seluruh ketua RT dan RW

Namun di bawah kepeimpinan Lis dan Syahrul, menurut Lis tetap berupaya menyelesaikan masa jabatan dengan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Tanjungpinang.

”Untuk itu, kami membutuhkan dukungan dan dorongan dari bapak dan ibu semua untuk mengoptimalkan pendapatan daerah di Kota Tanjungpinang,” tegasnya.

Salah satunya, lanjut Lis terkait dengan retribusi perizinan, seperti papan iklan, tower yang ada di wilayah RT dan RW, masih banyaknya papan iklan dan tower tersebut tidak memiliki izin.

Dan, baru sebagian yang memiliki izin. Faktor ini juga mempengaruhi hilangnya pendapatan daerah.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Tanjungpinang Pos Tetap Tumbuh

”Di sinilah peran perangkat RT/RW untuk mengawasi pihak-pihak yang membangun tanpa izin di wilayah bapak dan ibu. Sebagai perangkat yang secara de jure and de facto, bapak dan ibu punya kewenangan untuk menegur pihak-pihak pengembang yang akan membangun di wilayah bapak dan ibu,” tegas Lis .

Lis juga minta kepada RT dan RW tetap harus melakukan koordinasi kepada lurah, camat, maupun OPD terkait.

”Sinergitas inilah yang saya harapkan, meski Tanjungpinang termasuk kota kecil tetapi punya potensi yang bisa kita gali,” tegasnya.

”Kalo kita tidak berusaha dan berupaya dari sekarang, kota ini bisa tertinggal. Ini perlu di wujudkan agar Tanjungpinang menjadi Kota yang sejahtera dan maju,” harap Lis

Selain itu, Daerah Aliran Sungai (DAS) perlu menjadi perhatian. Mengingat pertumbuhan kendaraan roda dan empat semakin meningkat setiap tahunnya. Untuk pertumbuhan roda dua saja hampir 150 sampai 200 unit setiap minggunya.

Sedangkan roda empat 40 sampai 60 kendaraan per minggunya. Sementara itu pertumbuhan jalan 1,75 Km per tahunya.

”Dan kita punya keterbatasan lokasi lahan, hal-hal inilah yang perlu kita antisipasi, jika tidak kota ini akan mengalami kemacetan yang cukup parah,” tegas Lis.

Baca Juga :  Kadin Perkarakan Sikap Direksi Pelindo

Tak hanya itu, terkait masalah narkoba, juga harus peduli, karena Tanjungpinang merupakan daerah yang seksi sebagai transit narkoba, baik dari luar negeri maupun daerah lain.

Hal ini terjadi, karena masyarakat Tanjungpinang toleransinya sangat tinggi, masyarakatnya ramah.

Meski demikian harus waspada terhadap orang-orang baru yang datang ke wilayah. Siapa pun itu, mereka harus melapor sesuai indentitasnya ke RT dan RW.

”Kita harus antisipasi, kalau tidak akan merusak generasi bangsa kita”, tegas Lis.

Ia juga minta, RT dan RW harus peka terhadap lingkungan. Harus tahu apa yang terjadi di lingkungan masing-masing. Jangan sampai, ada kejadian, justru RT dan RW yang tidak tahu.

”RT dan RW adalah perangkat pemerintahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Kita harapkan bisa bekerja maksimal,” harapnya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here