Lis Ngotot Bangun Masjid Apung

0
245
TAMAN: Ini Taman Laman Boenda Tanjungpinang. Disekitar lokasi ini akan dibangun masjid terapung. f-suhardi/tanjungpinang pos

Pemko Tanjungpinang batal membangun masjid apung, foodcourt, stadion
Sulaiman Abdullah dan pembangunan fisik lainnya di tahun 2017 ini.

TANJUNGPINANG – Devisit anggaran yang membuat batalnya dibangunnya sejumlah pembangunan fisik di Tanjungpinang. Devisit anggaran tidak hanya dirasakan di pemerintah daerah, tetapi pemerintah pusat juga mengalami hal yang sama, yaitu devisit anggaran. Tapi Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah masih sangat ingin proyek-proyek besar itu dibangun. Tapi, kata Lis pembangunnanya bukan pakai APBD namun ia mengajukan pakai APBN. Rencananya, Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah ingin membangun masjid apung di pesisir Tepilaut Tanjungpinang berdekatan dengan Taman Laman Boenda Tanjungpinang. Sedangkan pembangunan foodcourt akan dibangun di lokasi eks Melayu Square Tanjungpinang.

Meskipun ditunda, pembangunan fisik ini sudah masuk data base di pusat. Sebab, Lis sudah mengajukan permohonan pembangunan fisik untuk di Tanjungpinang ke Presiden RI, Joko Widodo. ”Alhamdulillah, beberapa pembangunan fisik yang kita ajukan ke pemerintah pusat sudah masuk ke data base. Seperti pembangunan masjid apung, foodcourt, stadion dan masih banyak lagi pembangunan fisik lainnya,” kata Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (6/8).

Untuk pembangunan fisik di Tanjungpinang yang sudah masuk data base pemerintah pusat sekitar lebih kurang Rp 1 triliun. Karena pembangunan fisik masjid apung bisa menelan anggaran kurang lebih Rp 135 miliar, pembangunan foodcourt kurang lebih Rp 20 miliar, pembangunan stadion Sulaiman Abddullah sekitar Rp 40 miliar dan sisanya untuk pembangunan fisik lainnya. ”Saya lupa satu per satu pembangunan fisik yang sudah diajukan ke pemerintah pusat. Seingat saya termasuk pembuatan drainase, jalan hingga penanganan banjir di Jalan Sukaberenang,” terang dia.

Semua ini, ia sudah berupaya dan berusaha melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Sehingga apa saja pembangunan fisik yang diajukan oleh Pemko Tanjungpinang bisa di bantu oleh pemerintah pusat. Supaya pembangunan fisik bisa terwujud dan trealisasi di Tanjungpinang. Sehingga masyarakat bisa menikmati dan merasakan pembangunan fisik tersebut. ”Semua ini kendala pada keuangan. Tidak hanya kita didaerah saja, tetapi pemerintah pusat mengalami keuangan yang kurang baik. Kita harap memakluminya,” ucap dia.

Politisi PDIP Provinsi Kepri berjanji akan terus berupaya untuk mendapatkan pembangunan fisik yang sudah diajukan ke pemerintah pusat. ”Kita sama-sama membangun daerah. Membangun daerah itu sebuah komitmen saya. Bukan karena saya sudah jadi Wali Kota Tanjungpinang ini. Waktu saya di DPRD Provinsi Kepri juga saya perjuangkan pembangunan untuk Kota Tanjungpinang, karena saya jadi anggota DPRD waktu itu, dari dapil Tanjungpinang,” sebut dia.(ANDRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here