Lis Prioritaskan Anggaran Beasiswa 

0
594
Istirahat: Siswa SD bermain di pantai saat jam istirahat beberapa waktu lalu. F-dok/tanjungpinangpos

Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah menuturkan, beasiswa menjadi skala prioritas disalurkan di 2017 ini. Mengingat dua tahun terakhir, secara berturut-turut, Pemko tidak dapat memberikan kepada siswa tak mampu maupun berprestasi.

Pemko tidak memberikan bukan karena tak menganggarkan, melainkan karena adanya aturan-aturan terbaru terkait penyerahan beasiswa, maka memilih menunda dan kembali mempelajari.

”Pemerintah berupaya agar siswa-siswi yang tak mampu tetap dapat bersekolah melalui anggaran beasiswa yang disediakan. Inilah yang perlu dibahas bersama,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (20/2).

Saat disinggung, berapa alokasi anggaran untuk beasiswa, ia mengaku tak mengingat hanya saja memastikan ada. Bahkan ia berjanji jika alokasi anggarannya tidak banyak, maka akan di plot pada APBD Perubahan mendatang.

”Saya belum lihat alokasi pastinya berapa, tetapi jika tidak dianggarkan pun, nanti bisa dialokasikan di APBD Perubahan mendatang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG mengatakan hal serupa yaitu tak mengetahui angka pasti untuk beasiswa.

Rencananya terdiri dari dua mekanisme yaitu melalui kegiatan untuk siswa berprestasi dan melalui pos anggaran bantuan sosial (Bansos) untuk siswa tak mampu.

”Angka pastinya saya tidak tahu, tapi ada rencana mengenai ini. Bila melalui kegiatan maka melalui Dinas Pendidikan, sedangkan Bansos nantinya langsung ke DPPKAD,” ungkapnya.

Bahkan, ia sempat mengusulkan ada program Kartu Indonesia Pintar Daerah (KIPD). Program ini hampir sama dengan KIP dari pusat, yaitu membantu siswa tak mampu.

Siswa Tanjungpinang yang tidak mampu dari tingkat SD dan SMP, ada yang menerima program KIP Pusat. Hanya saja angkanya dinilai minim dan belum tentu cukup memenuhi kebutuhan siswa pertahun.

”Inikan bentuknya bantuan jadi sesuai kemampuan keuangan pemerintah pusat. Jika tidak salah siswa tingkat SD yang tak mampu menerima sekitar Rp 450an ribu. Untuk SMP lebih banyak sedikit yaitu sekitar Rp 700 ribu per tahun,” ungkapnya.

Jumlah bantuan ini dinilai belum tentu cukup memenuhi seluruh kebutuhan siswa, maka perlu ada bantuan melalui KIP Daerah. Hanya saja belum bisa memastikan kapan bisa merealisasikan program ini.

”Tergantung kemampuan anggarannya juga, kalau ada tahun ini bisa dijalankan, namun bila tidak dialokasikan maka ditunda menjadi tahun berikutnya,” paparnya.

Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga menuturkan, bantuan pendidikan untuk siswa berprestasi maupun tidak mampu sangat penting. Untuk itu, ia meminta untuk dialokasikan.
Ia memastikan dari DPRD tidak ada yang berniat dan berani mencoret kegiatan beasiswa.

Sehingga kegagalan dalam penyaluran beasiswa dua tahun berturut-turut sebelumnya menjadi pertanyaan.

”Jika alasannya aturan, harusnya bisa dipelajari,” ungkapnmya.

Ia banyak menemui siswa dan bahkan mahasiswa yang tak memiliki biaya untuk membayar transportasi pergi dan pulang sekolah. Padahal anaknya sangat ingin bersekolah. Ini salah satu penyebab ketidak mampuan ekonomi keluarga dan perlu dibantu Pemko.

”DPRD sangat setuju program beasiswa itu, terkait masa depan penerus bangsa ini,” singkatnya. (DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here