Lis Resmikan Tanjungpinang Night Market

0
363
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah saat meresmikan Tanjungpinang Night Market di Jalan Merdeka, Senin (15/1) malam, f-istimewa

Satu hari jelang masa jabatannya berakhir, Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah meresmikan Tanjungpinang Night Market di Jalan Merdeka, Kota Lama, Tanjungpinang, Senin (15/1) malam.

TANJUNGPINANG – Peresmian pasar malam itu ditandai dengan penekanan tombol dan pesta kembang api digital dan pemutaran video selayang pandang pasar malam Tanjugpinang Night Market.

Lis Darmansyah, mengatakan keberadaan pasar malam Tanjungpinang night market di wilayah Kota Lama, merupakan terobosan pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Tanjungpinang.

Ini juga menjadi misi pemerintah untuk meningkatkan pariwisata dan budaya di Kota tercinta ini. ”Ini langkah awal pemerintah, dalam upaya memberi perhatian sekaligus memperdayakan pedagang kaki lima. Mudah-mudahan keberadaan pasar malam di kawasan Kota Lama ini, dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kota Tanjungpinang, M. Amin, menjelaskan program mobil toko dalam konsep pasar malam di kawasan kota lama ini, bertujuan untuk meningkatkan perekonomian di Kota Tanjungpinang. Nantinya, pengelolaannya akan dilakukan oleh BUMD.

Selain meresmikan pasar malam, Wali Kota juga mengukuhkan forum CSR Kota Tanjungpinang periode 2017-2021. Sekitar 15 unit mobile toko (moko) bakal menghidupkan kawasan Kota Lama Tanjungpinang. Setiap malam pedagang kaki lima yang menggunakan moko itu akan berjualan di sepanjang Jalan Merdeka hingga Teuku Umar. Mulai dari jualan kuliner hingga fashion.

”Moko itu baru tahap pertama,” kata Sekda Kota Tanjungpinang, Riono.

Tujuan awal diadakan moko, kata Riono, hanya menghidupkan lagi sejarah di daerah Kota Lama. Yang dulu kawasan tersebut, tidak pernah sepi dari pengunjung untuk melakukan transaksi jual beli pada malam hari.

Artinya, ekonomi bergerak hingga hidup di kawasan tersebut. Sedangkan kondisi sekarang sepi pada malam hari. Karena tak ada satupun orang untuk melakukan transaksi jual beli di daerah tersebut.

Sepanjang ada peminat moko, lanjut dia, program TNM bakal akan berkelanjutan. Ditambah lagi dengan adanya dana dari Corporate Social Responsibility (CSR), yang disalurkan oleh pihak swasta.

Menurutnya, moko salah satu alternatif buat para pedagang berjualan di Tanjungpinang. Misalnya, di daerah A sepi dari pembeli, maka pedagang tersebut bisa langsung pindah ke daerah yang ramai pembelinya, tanpa meninggalkan tempat dagangannya, seperti gerobak. ”Mudah-mudahan program ini berjalan dengan baik, dan direspon positif oleh masyarakat banyak,” sebut dia.(ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here