Lis Sebut Warga Pinang Tak Berkurang

0
402
SIDAK: Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah, berdiskusi dengan pegawai bagian pelayanan di Kantor Disdukcapil Tanjungpinang saat sidak beberapa waktu lalu. f-ist/humas pemko tanjungpinang

Data 58 Ribu Belum Masuk ke Database Dirjen Dukcapil

Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah menegaskan jumlah penduduk Tanjungpinang tidak berkurang. Ia heran kok disebut berkurang sampai 60 ribu, sesuai data Dirjen Dukcapil Kemendagri.

TANJUNGPINANG – Lis mengakui memang ada perbedaan data jumlah penduduk, antara Dirjen Dukcapil Mendagri. Dirjen mencatat jumlah penduduk Tanjungpinang mencapai 207.000 jiwa. Sedangkan Dinas Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang, mencatat jumlah penduduk Tanjungpinang per Juli 2017, mencapai 263.000 jiwa. Selisihnya, kurang lebih 60 ribu jumlah penduduk Kota Tanjungpinang berkurang. Data ini tidak hilang di Dirjen Dukcapil Kemendagri.

Hanya saja, ada 58 ribu jiwa warga Tanjungpinang belum masuk ke dalam data base Dirjen Dukcapil Kemendagri. Sebab, 58 ribu jiwa ini masih masuk dalam data daftar tunggu permohonan dan perubahan di dalam pengurusan KTP-elektronik. ”Sekarang ini kita sudah cetak KTP-el warga sebanyak dua ribu. Tak ada jumlah penduduk Tanjungpinang hilang,” kata Lis, kemarin.

Lis juga minta kepada Kadisdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto untuk terus melakukan koordinasi dengan Dirjen Dukcapil Mendagri terkait kekurangan blanko KTP-el di Kota Tanjungpinang. Pemko masih membutuhkan sekitar 50 ribu blanko KTP-el. Supaya semua masyarakat Kota Tanjungpinang bisa mengantongi KTP-el nantinya. Selain Blanko KTP-el, ia juga sedang berupaya untuk pinjam pakai tiga mesin perekam dan dua mesin printer KTP-el ke Dirjen Dukcapil Mendagri.

Karena tiga mesin perekam dan dua mesin printer KTP-el milik Disdukcapil mengalami kerusakan. Sampai saat ini, sambung Lis mesin perekam dan mesin printer tersebut belum diperbaiki di Jakarta. Karena Disdukcapil Kota Tanjungpinang masih mengandalkan satu mesin perekam dan satu mesin printer KTP-el. ”Semua ini keputusan ada di tangan Dirjen Dukcapil Kemendagri,” ucap dia.

Sebelumnya, Irianto mengatakan, tiga mesin perekam dan dua mesin printer akan diperbaiki oleh Pemko Tanjungpinang, apabila Dirjen Dukcapil Kemendagri mengizinkan untuk pinjam pakai. Biaya untuk perbaikan tiga mesin perekam dan dua mesin printer KTP-el berasal dari APBD tahun 2017 mencapai kisaran Rp50 juta hingga Rp60 juta. Kalau tiga mesin perekam dan dua mesin printer sudah diperbaiki, proses perekaman hingga cetak KTP-l bisa lancar.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here