Lis: Tanjungpinang Bukan Pangkal Pinang

0
417
CENDERAMATA: H Lis Darmansyah menyerahkan cenderamata kepada peserta. F-SUHARDI/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Wajar saja nama Kota Tanjungpinang banyak tak dikenal oleh masyarakat di luar Kepri. Bahkan nama Bintan lebih terkenal dan populer. Di Tanjungpinang sendiri, masih banyak yang memakai nama-nama Bintan.

Sebut saja Jalan Bintan, Bintancenter, Supermarket Bintan 21, Bintan Mal, Bintan Plaza, Lorong Bintan, dan banyak lagi. Untuk memperkenalkan nama Tanjungpinang, sebanyak 39 travel agent dan media nasional berkumpul dalam kegiatan Tanjungpinang Travel Agent dan Media Fam-Trip di Hotel Comfort, Tanjungpinang, Senin (15/5) malam.

Kegiatan yang diselenggarai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tanjungpinang ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata yang ada di Kota Tanjungpinang.

Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah mengatakan saat ini Tanjungpinang masih terus berbenah, mulai dari pengembangan sarana prasarana pariwisata. Bahkan, menghidupkan kawasan Kota Lama sehingga menambah peningkatan sektor perekonomian Ibukota Kepri ke depan.

”Banyak destinasi unggulan kami yang dapat di pasarkan lewat media. Salah satu destinasi religi Pulau Penyengat, dan Kota Lama,” ujar Lis.

Lis menambahkan, nama Kota Tanjungpinang sering dikaitkan dengan nama Pangkal Pinang.

”Jangan salah Tanjungpinang bukan Pangkal Pinang,” tegasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono menyambut gembira dengan kedatangan para travel agent dan media ke Tanjungpinang. Ia menyebut, Tanjungpinang memiliki destinasi pariwisata religi unggulan. Yakni Pulau Penyengat, pulau yang menyimpan sejarah.

”Pariwisata unggulan kami disini bersifat religi. Kami harap dengan kedatangan rekan-rekan fam trip bisa mengenalkan pariwisata di Tanjungpinang dalam skala nasional maupun internasional,” tukasnya.

Kata Riono pada umumnya Kota Tanjungpinang memiliki destinasi pariwisata yang sifatnya buatan manusia. Hal itu disebabkan, pesona alam di Kota Tanjungpinang tidak seindah di daerah lain.

Saat ini Pemko Tanjungpinang berencana akan mengeksplore Pulau Basing yang memiliki catatan sejarah. Diharapkan masing-masing OPD nantinya akan keroyokan membangun destinasi pariwisata baru tersebut.

”Kita akan eksplore Pulau Basing. Diharapkan tidak hanya Dinas Pariwisata saja yang mengembangkan tempat tersebut. Tapi juga OPD lainnya ikut membangun,” tutup Riono.

Pelaksana Tugas Kepala Disparbud Kota Tanjungpinang, Raja Kholidin mengungkapkan, kunjungan wisatawan mancanegara di Tanjungpinang mengalami pasang surut. Tercatat pada tahun 2016 lalu, jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 92 ribu. Hingga 2017 tingkat kunjungan wisatawan hingga Maret 2017 berjumlah 22 ribu.

”Berharap tahun 2017 dapat meningkat dibanding tahun sebelumnya,” harap Kholidin.

Ia menjelaskan, berbagai macam upaya dilakukan pihaknya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pada tahun 2017. Diantaranya dengan cara melengkapi sarana dan prasarana pada destinasi wisata yang ada di Kota Tanjungpinang. Seperti Pulau Penyengat atau Kota Lama.

”Ingat Tanjungpinang bukan Pangkal Pinang,” ujarnya

”Kami juga sedang mengembangkan destinasi baru seperti Pulau Basing, Vihara Patung seribu, serta Merdeka Night Market bahkan sering menggalakkan festival budaya,” terangnya demikian. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here