Lis Terima Penghargaan

0
610
TERIMA PENGARHAGAAN: H Lis Darmansyah menunjukkan penghargaan yang diterimanya dari Menteri PPN/Bappenas Bambang Brojo Negoro di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (26/4). F-Humas Pemko Tanjungpinang

Tanjungpinang Harumkan Kepri  

TANJUNGPINANG – Kota Tanjungpinang berhasil mengangkat nama Provinsi Kepulauan Riau di kancah nasional.

Setelah melalui seleksi yang sangat ketat, Kota Tanjungpinang mampu memboyong piala Anugerah Pangripta Nusantara (APN) 2017 sebagai kota dengan perencanana pembangunan terbaik ke tiga se- Indonesia.

Hal ini terbukti dari 99 kota di Indonesia, Kota Tanjungpinang merupakan kota dengan perencanaan terbaik pertama di luar Jawa, dan peringkat ke tiga Se-Indonesia setelah Kota Batu Propinsi Jawa Timur yang menduduki peringkat pertama dan diikuti Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah pada posisi peringkat ke dua.

Piala APN diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Bappenas Bambang Brojo Negoro kepada Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (26/4).

APN merupakan penghargaan yang diberikan oleh kementrian PPN/Bappenas kepada daerah yang telah berhasil meraih prestasi di bidang Perencanaan Pembangunan.

Adapun seleksi dilaksanakan meliputi 4 tahap yang dilalui oleh Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Tanjungpinang. .

Pada tahap ke-4 dilaksanakan dalam bentuk presentase dan wawancara oleh Kepala Bappelitbang Surjadi pada tanggal 30 Maret 2017 lalu, yang diikuti oleh Kepala Bappeda masing-masing Kabupaten/Kota lainnya yang masuk nominasi tingkat nasional.

Dalam penilaian tahap IV tersebut, cakupan penilaian terdiri dari 12 kriteria yang meliputi penilaian terhadap keterkaitan antara Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dengan RPJMD dan RKP 2017, konsistensi antara evaluasi penilian terhadap proses penyusunan perencanaan, tampilan dan materi presentase serta kemampuan presentasi dan penguasaan materi.

Setelah berhasil melalui serangkaian tahapan seleksi, akhirmya Tanjungpinang terpilih sebagai perencana pembangunan terbaik peringkat ke tiga se-Indonesia.

Acara tersebut disejalankan dengan pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2017 yang dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Dalam pidatonya Jokowi mengatakan bahwa sudah bertahun-tahun penyusuna anggran tidak pernah fokus dan tidak memiliki prioritas yang jelas baik. Untuk itu ia mengingatkan agar diberi skala prioritas cukup 2 atau 3 saja jangan semua kegiatan dijadikan prioritas.

Selain itu ia juga mengingatkan perlunya integritas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dan harus betul-betul terkonsolidasi dengan baik. Ia mencontohkan ada pelabuhan tapi tidak ada jalan, bagaimana bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

”APBN maupun APBD kita kecil, tidak ada jalan lain, selain menggaet investor menanamkan investasi di Indonesia, namun karena ketidak nyamanan dan birokrasi berbelit-belit sehingga mereka berpindah investasi ke Negara lain”, ujar Jokowi.

Zaman sekarang ini bukan yang besar kalahkan yang kecil, bukan yang kuat kalahkan yang lemah, akan tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat, untuk itu kita perlu cepat mempersiapkan diri dalam segala hal”, tambah Jokowi.

Sementara itu Lis disela-sela penerimaan piala APN menyampaikan rasa syukur dan bahagia terhadap apa yang sudah diraih Pemerintah Kota Tanjungpinang, sehingga Tanjungpinang terbilang di tingkat nasional terutama dalam hal perencanaan pembangunan daerah.

Hal ini juga menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam menata dan membangun Tanjungpinang. Selain itu juga menurut Lis sebagai motivasi untuk terus berbuat yang terbaik dan berinovasi.

”Meskipun kita belum mampu menata pembangunan secara menyeluruh, , namun kita sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari RPJMD, LAKIP, dan proses RKPD serta Renja APBD yang sudah seirama”, papar Lis.

Ditambahkan Lis, penghargaan bukanlah menjadi tujuan utama yang dicari, akan tetapi menunjukkan hasil kerja yang sudah perbuat selama ini untuk negeri tercinta, tinggal sekarang bagaimana kita bisa melakukan sinergisitas antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah membangun daerah. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here