Lis Tolak Reklamasi Tepilaut

0
712
H Lis Darmansyah

Andi Anhar Minta Wako Perbaiki Komunikasi dengan Gubernur 

Hubungan kerja Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah dan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mulai tidak harmonis. Sehingga mempengaruhi kinerja pembangunan Tanjungpinang. Lis Darmansyah sendiri kader PDIP Perjuangan dan H Nurdin Basirun kader Partai NasDem.

Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah menolak rencana Pemprov Kepri melakukan reklamasi kawasan Teluk Keriting dan reklamasi mulai dari depan SMAN 5 Tanjungpinang sampai di depan Gedung Daerah Tanjungpinang.

”Gubernur jangan asal bicaralah. Kalau dia (Pemprov, red) merasa punya hak maka kami (Pemko, red) juga punya hak,” kata Lis Darmansyah, Jumat (24/3).

Sikap kokoh Pemko menolak reklamasi berlandaskan dari RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) sudah jauh-jauh hari dirancang dan disepakati.

”Ingat ya, aturan sekarang ini melanggar RTRW itu hukumnya pidana,” kata Politisi PDIP ini.

Diakui Lis, beberapa waktu lalu sempat berjumpa dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun beserta Sekda Kepri, TS. Arif Fadilah dan mengutarakan pendapatnya tentang penolakan reklamasi di kawasan Tepilaut, tepatnya area depan SMAN 5 Tanjungpinag hingga di kawasan Gedung Daerah Tepilaut.

”Tolong diingat, rencana reklamasi tetap saya tolak, tapi kalau rencana penataan kawasan Teluk Keriting seribu persen saya dukung asalkan jangan ada reklamasi,” terang Lis.

Meskipun demikian, pejabat nomor 1 Tanjungpinang ini tetap meminta Pemprov berkoordinasi dengan Pemko terkait rencana itu.

”Kami juga harus tahu master plannya seperti apa dan DED-nya bagaimana, jangan asal gelontorkan begitu saja, nanti kalau ada apa-apa, Pemko yang dicari warga,” ungkapnya kesal, bahkan meminta gubernur mengirimkan master plan melalui jasa pos saja.

”Kalaulah sibuk sangat, kirimkan saja konsepnya via pos nanti pasti kami balas pakai pos juga. Bila perlu jasa posnya lewat Singapura baru ke Tanjungpinang,” ungkapnya kesal.

Sebelunya, Pemprov berencana menciptakan kawasan Tepi laut menjadi ikon multi objek wisata. Dasar pemrov membuat rencana tersebut dikarenakan Ibu Kota Provinsi Kepri masih belum ada ikon wisata untuk ditampilkan.

”Kepri harus punya ikon, salah satu kawasannya ya di Tepilaut,” kata Gubernur beberapa waktu lalu.

Tokoh masyarakat Provinsi Kepri Andi Anhar Chalid minta kepada Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah agar saling menghormati H Nurdin Basirun sebagai sama-sama pejabat negara.

”Saya melihat beberapa berita di online, Pak Lis mempermalukan Pak Gubernur dengan kata-kata yang tak mesti dilontarkan oleh seorang pejabat,” kata Andi Anhar kemarin.

Mantan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau periode 2004 hingga 2009. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Riau periode 2001 hingga 2004, menegaskan apa yang dilakukan Gubernur Kepri, jadikan daerah Teluk Keriting sebagai kampung wisata, adalah niat baik H Nurdin Basirun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Teluk Keriting.

Kampung wisata, desa wisata dan tanam wisata, di daerah lainnya sudah dikembangkan. Kepri, nomor tiga daerah kunjungan wisata terbanyak setelah Bali dan DKI Jakarta, tak ada salahnya, Gubernur Kepri membangun Teluk Keriting juga masuk dalam visi dan misinya.

”Kalau Pak Lis misalnya keberatan, ya ada jalurnya, tempuh jalur resmi dengan membuat surat resmi ke Gubernur Kepri, bukan justru menjelek-jelekan Pak Gubernur di media,” kata Andi Anhar, kemarin.

Kata dia, Gubernur Kepri ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri. Dengan membangun Kota Tanjungpinang, perputaran ekonomi dan penataan kota akan berjalan dengan baik.

”Pak Lis harus memperbaiki komunikasinya dengan Pak Gubernur Kepri. Kalau tidak warga Tanjungpinang harus mencari pemimpin baru,” tegasnya.

Masih kata dia, kalau Lis dan Pak Gubernur Kepri kompak, ia yakin pembangunan Kota Tanjungpinang akan pesat.

”Pak Gubernur ingin menata dan mempercantik Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Proivnsi Kepri,” tegasnya.

Masih kata Andi, dua tahun terakhir ini ia mengamati kebijakan yang dilakukan Gubernur Kepri di Ibu Kota Tanjungpinang, diangkap Lis salah. Ia membeberkan, saat masih Gubernur Kepri HM Sani (almarhum), pemprov ingin bangun masjid terapung di Tepilaut.

Tapi, saat itu ditolak oleh Lis Darmansyah. Alasanya, Lis juga akan bangun masjid terapung.

”Kalau Pak Lis waktu itu merespon, maka pembangunan masjid terapung sudah berjalan. Kan, pembangunan masjid itu untuk masyarakat,” tegasnya.(YOAN-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here