Lis : Tren Siswa Kini Merokok Vape

0
955
BERBINCANG: Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah sedang berbincang dengan siswa SMPN 6 Tnajungpinang, Selasa (14/3). f-HUMAS PEMKO tanjungpinang

Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menilai, di kalangan siswa dan remaja sedang tren merokok menggunakan zaporizer atau vape.

Ini seperti rokok, menghadirkan sensasi yang sama. Hanya saja kalau rokok berisi tembakau, vape berisi cairan yang bisa berbeda-beda kandungan, bisa kita ganti sesuai keinginan.

Hal ini disampaikan saat memberikan pengarahan kepada siswa SMPN 6 Tanjungpinang, Selasa (14/3). Didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjungpinang, HZ Dadang AG beserta jajarannya.

Lis meminta siswa menghindari hal ini. Sebab, di masa dini, harus dimanfaatkan untuk menimba ilmu. Dengan harapan nantinya bisa sukses diberbagai bidang yang diminati.

”Saya banyak menemukan anak-anak remaja sekarang kumpul-kumpul dengan sesama hanya untuk merokok. Ini yang perlu dihindari, jangan sampai siswa terjerumus ke hal-hal negatif,” ujarnya saat memberikan arahan.

Ia meminta kepada guru-guru untuk mengawasi perkembangan siswa. Jika ada yang tidak hadir ke sekolah tanpa keterangan jelas harus ditelusuri. Tujuannya, agar menemukan sedini mungkin masalah yang dialami siswa tersebut.

”Para guru juga harus turut peduli terhadap perkembangan tingkah laku siswa. Jika tidak hadir langsung dicari tahu penyebabnya,” paparnya.

Ia memberi peringatan kepada siswa untuk tidak berkeliaran di jam belajar. Sebab jika kedapatan akan diamankan atau ditangkap sama pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kemudian akan diberikan peringatan dan memanggil orangtua.

Kepala SMPN 6 Tanjungpinang, Irmalinda menuturkan, di sekolah tersebut belum ada Closed Circuit Television (CCTv) yang dapat digunakan untuk memantau aktivitas seluruh siswa. Meski demikian, selama ini masih dapat terawasi dengan baik.

”Kami belum pasang CCTv disetiap sudut sekolah, namun selama ini masih aman,” ungkapnya sembari menyebutkan jumlah siswa kini sekitar 700 aan. Terdiri dari kelas VII hingga Kelas IX.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, belum seluruh sekolah menggunakan CCTv, semua masih tergantung kemampuan dan kebutuhan sekolah. Jika sekolah merasa perlu dan anggarannya memenuhi tidak salah memasang.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here