Listik Bawah Tanah, Solusi Kesemrawutan Kabel PLN

0
121
Teknisi PLN saat memasang travo, belum lama ini. f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kabel listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terlihat semrawut di sejumlah kawasan di Kota Tanjungpinang, terutama di kawasan Kota Lama dan sekitarnya.

Selain merusak tata kota, keberadaan kabel listrik yang semrawut itu dapat membahayakan warga. Namun, ke depanya kabel listrik yang semrawut tidak ada lagi. Karena PLN Area Tanjungpinang saat ini sedang membangun Saluran Kabel Bawah Tanah (SKBT) secara bertahap.

Dipastikan pekerjaan tersebut tanpa menggangu aliran listrik atau terjadi pemadaman karena pekerjaannya dilakukan secara offline. Menurut General Manager (GM) PLN Tanjungpinang, Fauzan pemasangan SKBT telah dimulai secara bertahap. Kini pemasangan SKBT dari jaringan PLTD Sukaberenang ke Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) untuk kehandalan di pelabuhan. Panjangnya kurang lebih 10 kilometer. Menurutnya, di Tanjungpinang listrik bawah tanah bukan baru karena sudah diterapkan di Pulau Dompak. Kini juga pekerjaannya terus dilakukan, dengan pemasangan jaringan dari Gardu Hubungan (GB) 10 ke Dompak untuk perkantoran-perkantoran baru di kawasan tersebut.

Dituturkan Fauzan, pemasangan di kawasan SBP untuk memenuhi ketersediaan daya listrik di kawasan pelabuhan tersebut. Menghindari terjadinya pemadaman listrik yang sering di kawasan pelabuhan, karena sebagai pintu masuk dan keluarnya penumpang.

”Kemarin manajemen PT Pelindo meminta agar listrik di kawasan itu tidak padam untuk kebutuhan pelayanan penumpang khusunya wisman dari luar negeri,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (16/5).

Dituturkannya, pekerjaan sedang berlangsung. Para pekerja sedang menggali tanah dan memasukkan pipa pada galian di pinggir jalan tersebut. Pekerjaan di mulai dari Jalan Sukaberenang, arah Pancur, Kemboja menuju ke kawasan Kota Lama pekerjaannya sekarang. Ia berharap pekerjaan ini mendapat dukunganmasyarakat, dengan menerima proses pekerjaan pengalian yang sedang berlangsung.

Dituturkannya, di beberapa kawasan kota maju jaringan listrik sudah menggunakan kabel bawah tanah. Dampaknya, selain membuat kawasan kota yang tertata dan rapi juga mengindari adanya pemadaman listrik yang terjadi karena jaringan udara yang sensitif.

Dijelaskannya, kini pemadaman listrik yang terjadi di Tanjungpinang dan Bintan bukan karena kekurangan daya. Namun karena sensitifnya jaringan kabel udara terhadap berbagai gangguan.

Diantaranya sambaran kilat atau petir, jaringan tersentuh ranting atau pohon tumbang, gangguan dari beberapa binatang yang tersangkut di jaringan. Untuk itu, perlu pengantian jaringan dari sebelumnya di udara kini dialihkan ke bawah tanah. ”Memang tidak sekaligus pekerjananya, karena menelan biaya yang cukup besar. Tetapi mudahan bertahap di semua kawasan,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah nantinya mau bersinergi terkait rencana pekerjaan ini. Diantaranya, dengan memberikan slot atau menyediakan ruangan di bawah tanah untuk jaringan listrik.

”Kalau di daerah-daerah luar yang pembangunannya sudah terencana maka setiap pembangunan disertai dengan berbagai slot kabel di bawah tanah. Misalnya untuk listik, telkom, PDAM serta lainnya. Jadi dari masing-masing lembaga tinggal memasang jika ada penambahan jaringan,” ungkapnya.

Dituturkannya, pihaknya sedang membuat MoU dengan Pemkab Karimun terkait rencana pengembagan kabel listrik di bawah tanah. Pemkab Karimun turut membuat perencanaan pembangunan disertai slot untuk jaringan di bawah tanah.

”Mudah-mudahan MoU ini juga akan kita lakukan dengan Pemko Tanjungpinang. Kami kemarin sudah komunikasikan dengan Pak Penjabat Wali Kota, serta bisa diteruskan nantinya kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih yang mendukung rencana ini,” paparnya. (dlp/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here