Listrik Babel Perkuat Bright PLN di Kepri

0
902
Mesin pembangkit listrik milik Bright PLN Batam di Bangka.f-istimewa

BATAM – Bright PLN Batam, ‎tetap menjalankan program yang diminta Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk menerangi hiterland.

Ditengah kebutuhan daya dan dana dalam mengembangkan listrik di Batam, tetap mengembangkan distribusi daya di daerah lain. Salah satunya ke Bangka Belitung. Distribusi daya diakui, memperkuat Bright PLN Batam dan membantu kembangkan listrik di Kepri.

Humas Bright PLN Batam, Yoga, menuturkan mengembangkan usaha sampai ke Bangka. Ini upaya memperkuat keekonomian mereka.

Ia mengaku tidak begitu tahu persentase distribusi penjualan daya di Babel untuk mensupport keuangan PLN Batam.‎ Namun, distribusi daya di Babel, menambah kekuatan Bright PLN sebabagai anak perusahaan PLN.

“Kita di Bangka Belitung menjual daya. Kita membantu masyarakat lewat listrik di sini yang dijual ke PLN Persero. Dampaknya juga ke Batam. Bisa membantu listrik ke pulau-pulau hiterland di Batam,” Yoga. ‎

Baca Juga :  Baloi Kolam Jadi Ikon Baru

Saat ini, selain ke Babel, distribusi daya juga dilakukan Bright PLN Batam ke Bintan dan Tanjungpinang. Keterlibatan Bright PLN sesuai permintaan Gubernur Kepri saat itu, almarhum HM Sani.

Waktu itu khususnya Tanjungpinang selama bertahun-tahun, sebelum teratasi seperti sekarang.

Manager Area Bright PLN Batam di Bangka dan Belitung, Zulhardi Junid ‎mengatakan, keterlibatan pihaknya di daerah itu, karena penugasan PT PLN Persero. Mereka menyediakan energi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Mobile Power Plant (PLTG MPP). Bright PLN Batam di provinsi itu, menyuplai daya untuk dua pulau, Bangka dan Belitung.

“Di Air Anyir Bangka 2×25 MW dan di Belitung,” tuturnya.

Baca Juga :  Balmon Batam Beri Penghargaan Telkomsel Operator Terbaik

Menurutnya, bagi masyarakat Bangka, kehadiran Bright PLN Batam, sangat membantu. Sebab, sebelumnya listrik di daerah itu defisit hingga mengalami krisis daya. “Hampir tiap hari pemadaman listrik disini dulu. Sekarang sudah normal. Soal tarif, itu di PLN Persero. Kita menyuplai daya saja,” bebernya.

‎Dituturkannya, pengoperasian pembangkit itu dimulai tahun 2016. Ada dua pembangkit di Bangka. Satu pembangkit beroperasi 24 jam setiap hari, dengan 209.052.000 kWh‎. Sementara unit dua, berdaya 157.907.400 kWh.

“Unit dua maksimal saat malam, saat beban puncak,” jelas dia.

Dengan daya yang dikeluarkan itu, membantu sekitar 22 ribu kepala keluarga. “Beban puncak Bangka, 150 MW. Kalau di ‎Belitung, 40MW. Tapi penyuplay daya, bukan hanya dari kita. Ada beberapa pembangkit listrik milik pihak ketiga,” tambah Zul.

Baca Juga :  Rudi Optimis Pariwisata Bantu Ekonomi Warga

Dituturkannya, PLN Batam menggunakan mesin dengan teknologi baru, untuk menyediakan daya di Babel dan merupakan yang pertama menggunakan. “Kita menggunakan mesin boing. Ada fitur mengontrol berapa kebutuhan daya yang disuplai. Dengan teknologi, frekuensi yang dihasilkan stabil. Sehingga bisa lebih efisien,” ucapnya.

Komposisi pembangkit Bright PLN Batam di Babel diakui masih yang terbesar saat ini. PLN Batam mensuplai sepertiga dari beban puncak. Di Babel diakui ada energi terbarukan dari kelapa sawit. “Tapi kecil. Hanya sekitar 1 sampai 2 MW,” bebernya.(mbb)‎

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here