Listrik Nyala 24 Jam di Palmatak

0
575
RESMIKAN: Bupati Anambas Abdul Haris, anggota DPD RI Dapil Kepri saat peresmian PLN Sub Ladan Anambas. f-istimewa/humas PLN

ANAMBAS – GM PLN Wilayah Riau dan Kepri H Irwansyah Putra melaksanakan kunjungan kerja ke Rayon Anambas guna memastikan kesiapan pasokan energi listrik menjelang bulan Ramadan 1438 dan Idul Fitri.

Saat itu, Irwansyah Putra didampingi Manajer SDM dan Umum Dwi Suryo Abdullah, Manajer Area Tanjungpinang Armunanto dan Asman Pelayanan Pelanggan & Administrasi, M Anson.

Perjalanan rombongan ini berangkat dari Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang menuju Matak Airport. Perjalanan ditempuh dalam waktu 60 menit dengan menggunakan Xpress Air berpenumpang 32 orang.

Setiba di Palmatak rombongan langsung menuju PLTD Ladan yang selama ini menjadi pusat listrik dengan kapasitas 1.100 kW yang beroperasi selama 20 jam tiap hari melayani 2.300 pelanggan. Mereka memperhatikan perkembangan pertumbuhan pelanggan yang saat ini beban puncak sudah mencapai 1.050 kW.

GM beserta rombongan juga melihat secara langsung pembangunan power house tambahan PLTD 2×500 KW yang direncanakan pengoperasiannya pada bulan Oktober 2017 guna menambah daya mampu pembangkit untuk bisa memenuhi harapan warga Palmatak sekaligus meningkatkan keandalan.

Dalam kunjungan kerja tersebut Irwansyah menyempatkan diri untuk berdialog langsung denga warga atas manfaat yang rasakan warga dengan adanya listrik di Palmatak.

Warga bernama Halim menceritakan kepada Irwansyah dan rombongan bahwa semenjak warga yang kebanyakan nelayan menikmati listrik, mampu meningkatkan pendapatannya mengingat hasil tangkapan yang selama belum ada listrik langsung dijual kepada tengkulak.

Namun, semenjak listrik ada, ketika melaut nelayan di Palmatak sudah menyiapkan es batu di dalam peti-peti. Sehingga hasil tangkapannya bisa langsung dimasukkan ke dalam peti dan sekembali dari melaut ditampung dalam frezer yang ada di rumahnya sambil menunggu kapal pengangkut hasil tangkapan ikannya untuk dibawa ke Jakarta. Tentunya pihak pembeli memberikan harga lebih tinggi dibandingkan saat sebelum ada listrik.

Sementara warga lain bernama Pendi menceritakan selama ini pengrajin kusen sebelum menggunakan peralatan bertenaga listrik, mereka butuh 6 hari untuk membuat satu kusen. Adapun peralatan kerja yang bertenaga listrik seperti mesin bor, mesin gergaji, mesin pemasah kayu dan masih banyak lagi peralatan mesin lainnya.

Namun, saat listrik sudah mereka gunakan dalam menyelesaikan pekerjaannya, satu kusen hanya membutuhkan waktu satu hari. Di akhir cerita, Pendi dengan suka cita mengucapkan terima kasih kepada PLN dan mengharapkan PLN di Anambas khususnya di Palmatak dapat melistriki warga desa yang belum menikmati listrik.

Dalam tanggapannya Irwansyah menyampaikan upaya dalam memenuhi harapan dari warga Palmatak dan Pemda Anambas untuk bisa mengoperasikan 24 jam mulai pada tanggal 22 Mei 2017 dan berpesan agar warga tetap bersabar apabila pasokan listriknya mengalami gangguan. Selanjutnya ia dan rombongan izin meninggalkan lokasi untuk melanjutkan perjalanannya ke Pulau Siantan. (cr29)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here