Listrik Padam Hantui Warga Kala Ramadan

0
603
PASANG TRAVO PLN: Petugas PLN saat memasang travo listrik di Batu 8 Atas untuk aliran listrik kawasan Dompak dan sekitar, belum lama ini. F-Suhardi/tanjungpinang pos

Bagi sebagian warga yang baru datang di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang seringnya mati listrik menjadi hal yang menyebalkan. Apalagi setiap datang bulan suci Ramadan, kondisi tersebut seolah menjadi ujian tambahan bagi warga yang berpuasa.

TANJUNGPINANG – Ridwan (42) warga Tanjungpinang mengatakan warga Tanjungpinang was-was terkait listrik akan mati saat puasa nanti. Tradisi sering listrik padam masih melekat di tengah masyarakat.

”Listrik kita aliran dari Batam. Saat ini masyarakat Batam lagi demo Brigh PLN Batam karena tingginya kenaikkan tarif listrik baru. Bisa-bisa listrik di Batam di padamkan, kita disini juga kena dampaknya,” kata Ridwan, kemarin.

Ia berharap agar PLN Tanjungpinang bisa mengoperasikan mesin pembangkit listrik tenaga disel di Suka Berenang dan Air Raja bila terjadi pemadaman nanti akibat mesin di Batam rusak.

”Kita sudah troma listrik sering padam di Tanjungpinang apalagi bulan puasa,” tegasnya.

Humas PLN Tanjungpinang, Musril mengatakan masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa penuh dengan nyaman bersama keluarga di rumah. Sebab, PLN area Tanjungpinang tidak memiliki jadwal pemadaman listrik, baik secara bergilir seperti terjadi selama ini.

”Karena kondisi daya listrik kita mencukupi,” kata Humas PLN area Tanjungpinang, Musril, Rabu (17/5).

Musril mengatakan, sampai sekarang daya listrik yang mengalir dari Batam-Bintan menuju ke Tanjungpinang mencapai 70 megawat.

”Daya cadangan kita banyak. Kita hanya takut kondisi alam berubah-rubah, bisa memicu listrik padam,” tegasnya.

Bila tidak terjadi gangguan alam, seperti petir dan angin gencang, PLN berjanji tak ada pemadaman lagi selama bulan puasa dan lebaran.

”Kita berdoa bersama-sama supaya listrik kita tetap aman,” tegasnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhemat menggunakan listrik di rumahnya.

”Gunakan listrik sehemat mungkin. Jadi pakai listrik seperlunya. Jangan sampai boros,” sebut dia.

Aidah, warga Jalan Bakar Batu berharap tidak ada pemadaman lagi selama bulan puasa dan lebaran.

”Mudah-mudahan apa yang diomongin PLN itu benar. Jadi, tidak ada lagi pemadaman listrik di saat masyarakat berpuasa,” kata dia.

Sebelumnya, selama ini saat bulan puasa tiba selalu terjadi pemadaman listrik. Baik secara bergilir maupun masal di rumah masyarakat. Akibatnya, menganggu aktivitas masyarakat yang sedang menunaikan ibadah puasa maupun masyarakat lainnya.

”Kalau terus-terusan mati, macam mana ibu-ibu seperti saya ini mau masak nasi untuk sahur,” sebut dia.(ANRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here