Listrik Tak Masuk, Warga Pulau Iri

0
98
GUBERNUR Kepri H Nurdin disambut masyarakat saat berkunjung ke ujar Nurdin saat berkunjung ke Pulau Jaloh dan Pulau Cengkuy, Batam, Selasa (4/9). f-istimewa/humas pemprov kepri

Karena banyak menerima pengaduan dari masyarakat, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun ingin semua pulau yang ada di Kepri, terutama yang sudah berpenghuni dapat merasakan penerangan listrik.

BATAM – SALAH satu kebutuhan dasar masyarakat tersebut menurut Nurdin harus terus dan cepat digesa. ”Kita datang untuk mengawal realisasi kelistrikan dapat tercapai 100 persen di Kepri,” ujar Nurdin saat berkunjung ke Pulau Jaloh dan Pulau Cengkuy, Batam, Selasa (4/9) lalu.

Apalagi, lanjut Nurdin kebutuhan kelistrikan tersebut sejalan dengan program nasional yakni ‘Listrik Masuk Desa’ yang ditargetkan pada 2019 semua desa yang ada di Kepri mendapatkan penerangan listrik.

Dari roadmap kelistrikan di Batam sendiri yang memiliki 12 kecamatan, masih ada 9 kelurahan yang belum mendapatkan aliran listrik dari PLN. Saat ini pulau-pulau tersebut baru menggunakan bantuan mesin genset dari hasil swadaya masyarakat.

Rasio yang didapat dari Data Dinas Energi dan SDM Provinsi Kepri, untuk desa berlistrik sendiri di Kota Batam saat ini sudah mencapai 93,75 persen.

Untuk itu, Nurdin mengimbau kepada semua masyarakat untuk tetap bersabar karena saat ini pemerintah sedang terus mendata dan mengusahakan perealisasian kelistrikan di Kepri.

”Saya hanya meminta agar masyarakat semua jagalah kekompakan. Kita semua walau hidup antarpulau namun tetap bersaudara. Jangan ada konflik yang diluapkan, semua kita akan cari jalan keluar,” ajak Nurdin Basirun lagi.

Dalam kunjungannya ke Pulau Jaloh, Nurdin memberikan sejumlah bantuan seperti untuk majelis taklim akan diberi bantuan kompang sebanyak 40 pisis.

Baju kader posyandu setempat juga diberikan Nurdin sebanyak 9 stel. Bantuan bola kaki sebanyak 3 set, 2 set baju sepakbola serta bola voli sebanyak 3 pisis.

Pada kesempatan ini, Nurdin juga meninjau lapangan sepakbola. Dari penuturan masyarakat setempat, batu miring di tepi lapangan sudah mengalami kerusakan, masyarakat meminta bantuan pembangunan batu miring penahan gelombang tersebut sepanjang 300 meter dan 40 meter ke bibir pantai diperbaiki untuk dijadikan kawasan olahraga.

”Kita akan kerahkan Dinas PU untuk mengatur perbaikan ini segera,” ucap mantan Bupati Karimun itu.

Kemudian Nurdin melanjutkan kunjungan ke Pulau Cengkuy, di sana selain meninjau porgres keberadaan listrik Nurdin juga menyerap aspirasi masyarakat setempat.

Nurdin juga memberikan sejumlah bantuan seperti kompang sebanyak 20 pisis, speaker portable sebanyak 1 unit dan speaker masjid sebanyak 1 set serta 3 set baju untuk sepakbola.

Diketahui kedua pulau ini, Jaloh dan Cengkuy terdapat kesenjangan yang mana Cengkuy sebagai Ibu Kota Kelurahan namun dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) hanya 70 dibanding Jaloh dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) 226 mendapat prioritas listrik lebih dulu sebanyak 100 KVA.

Itu yang membuat masyarakat Jaloh merasa komplin karena jumlah penduduk mereka lebih besar dan dirasa lebih membutuhkan keberadaan listrik secara penuh.

Mendengar kondisi tersebut, Nurdin memberi jalan tengah yang mana kedua pulau tersebut mendapat prioritas yang sama namun secara bertahap.

Cengkuy yang lebih dulu mendapat tambahan daya listrik akan dibagi menjadi kapasitasnya di 60 KVA di awal tahun 2019 dan Jaloh mendapat 100 KVA di pertengahan atau akhir tahun 2019.

Di awal tahun, Jaloh akan mendapat bantuan mesin genset listrik swadaya masyarakat sebanyak dua unit untuk menggantikan mesin sebelumnya yang sudah rusak.

”Intinya, Insya Allah 2019 nanti semua pulau-pulau di Kepri mendapatkan kebutuhan nya akan kelistrikan ini,” tutup Nurdin Basirun.(MARTUNAS – SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here