Literasi di Era Digital

0
836
Mawar Sukma Sinaga

Oleh: Mawar Sukma Sinaga
Mahasiswa jurusan Ilmu Administrasi Negara Universitas Maritim Raja Ali Haji

Banyak orang yang sudah melek aksara,namun masih sedikit yang mengerti makna membaca yang sesungguhnya? Membaca tidak sekedar mengeja kata-kata. Membaca adalah memahami makna yang tersurat yang ada di kata-kata. Kini dengan era digital kita bisa lebih mudah mencari bahan bacaan yang bermanfaat melalui smartphone. Kita harus bisa memanfaatkan smartphone dan bukan ajdi korban smartphone. Smartphone sekarang banyak yang digunakan hanya

Untuk chatting ataupun mengisi status di sosial media. Tentu akan lebih bijak kalau kita menulis hal-hal yang bermanfaat atau berbagi informasi dan menghindari menyebarkan hoaks.

Dalam penelitian Central Connecticut State University pada tahun 2016 kategori most literate nation, Indonesia ternyata peringkat 60 dari 61 negara yang memanfaatkan digital untuk sarana literasi.

Padahal, menurut survey yang sama, bahwa komponen infrastruktur perpustakaan di tanah air urutan 34 lebih tinggi daripada negara maju seperti korea selatan dan jumlah buku yang terbitkan cukup tinggi. Namun yang menjadi permasalahnya adalah perpustakaan yang sepi.

Akses bahan bacaan merupakan tantangan yang tidak hanya dialami negara kita saja. Dalam sejarahnya, dahulu hanya orang elit kaya yang mampu memiliki buku.

Sejarah berkembang bagaimana kita memanfaatkan momentum dan perkembangan teknologi untuk memastikan akses bahan bacaan tidak hanya dinikmati segelintir orang. Karena sampai saat ini buku masih menjadi barang yang berharga dimana harganya mahal, mendesain mahal, distribusi mahal dan pajak yang mahal. Yang murah adalah internet, jika ada uang belinya internet. Dalam perkembangannya pengguna internet di Indonesia berdasarkan survei asosiasi penyelenggara jasa informasi Indonesia pada tahun 2017 sebesar 143,26 juta jiwa dari total populasi penduduk Indonesia sebesar 262 juta orang. Sedangkan, durasi penggunaan internet 43,89 persen dilakukan 1-3 jam perhari dan 65,98 persen setiap hari perminggu dengan pengguna usia terbesar 76,2 persen di usia 13-34

Handphone merupakan alat yang sangat efektif dalam meningkatkan minat membaca. Inilah momentum, untuk memanfaatkan jutaan orang-orang indonesia yang menghabiskan waktu untuk bersosial medialewat terobosan seperti perpustakaan online yang sudah banyak saat ini seperti iPusNas yang bisa diakses dimana saja, dan gratis.

Akses membaca buku dan minat membaca buku adalah suatu yang penting. Membaca itu adalah keterampilan yang harus dilatih setiap hari, sehingga harus terus dibiasakan dan diusahakan. Dengan membaca kita mampu untuk bersabar, mampu meraih makna dan melatih berpikir kritis. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here