LKP ICTC Buka Cabang di Batu 9

0
3018
FOTO BERSAMA: Tim pengajar ICTC foto bersama dengan siswa di depan kantor cabang Batu 9, kemarin. f-novianty/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) I Can Training Centre (ICTC) membuka cabang di Jalan Handoyo Putro, Perumahan Lembah Asri nomor 1, Batu 9 Tanjungpinang.

Pemilik LKP ICTC, Emi menuturkan, keunggulan yang ditawarkan yaitu peserta didik para sekolah dapat membaca lebih cepat karena menggunakan metode fonetis.

Siswa juga nantinya mampu membaca tanpa mengeja lagi. Diajarkan cara berhitung yang mudah dan menarik sehingga siswa nantinya nyaman mengikuti proses belajar.

Siswa boleh memilih bimbingan belajar (bimbel), privat atau khursus.
Terkait tenaga pendidik, ia memastikan semua merupakan lulusan Stara Satu (S1). Selain itu, para pengajar dilatih untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan agar mudah mengarahkan siswa.

Baca Juga :  Genangan Air di Jalan Raya Masih Dicueki

LKP ICTC ini juga sudah memiliki beberapa cabag di Tanjungpinang. Diantaranya di Ganet, Kuantan, dan di Batu 10. Peresmian di Batu 9 dilaksanakan, Jumat 10/11) kemarin. ”Sebelumnya ada di Kijang, kini sudah kami pindahkan yang di Batu 9 ini,” paparnya.

LKP ICTC sudah mendapat izin dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang. Ia menuturkan, pihaknya setiap bulannya ada laporan kegiatan mulai dari jumlah siswa maupun jumlah guru, dan wajib melakukan pembayaran pajak.
Peserta didik yang ada kini terdiri dari siswa SD kelas I-VI, siswa SMP kelas VII-IX dan SMA kelas X-XII.

Baca Juga :  Harga Cabai Masih Mahal

Mata pelajaran yang diajarkan untuk siswa SD yaitu Bahasa Indonesia, IPS, PKN, MTK dan Sains. Siswa SMP yaitu MTK dan IPA sedangkan SMA hanya fokus di Matematika saja.

Selain itu, untuk kalangan umum ada Bahasa Inggris dan Melukis. Untuk biaya perbulannya senilai Rp 120 ribu per bulan. Waktu bimbingan belajar, sama seperti LPK pada umumnya yaitu tiga kali dalam seminggu.

Buka setiap hari yaitu Senin sampai Sabtu mulai dari pagi sampai malam. Sedangkan Minggu libur. Siswa atau peserta didik bebas memilih hari belajar. Biasanya disesuaikan dengan aktivitas setiap siswa. Misalnya memilih Senin, Rabu, Jumat atau Selasa, Kamis, Sabtu. Setiap pertemuan biasanya satu jam setengah.

Baca Juga :  Kadishub Klaim Tak Ada Transportasi Online

Selain kelas regular, untuk siswa ada kelas private. ”Kalo private itu ekslusif, belajar terlebih dahulu bersama setelah menguasai baru bisa belajar di rumah” papar Emi.

Harapannya, bisa berdampak baik untuk lingkungan sehingga masyarakat sekitar bisa cerdas-cerdas tanpa sulit mencari LPK. (chyntia/novianty)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here