Loading Bauksit Tak Ada Izin

0
806
DIAMANKAN: Polres Tanjungpinang mengamankan lima unit truk pengangkut bauksit dari Pelabuhan Tanjungmoco dompak dan kini ditahan di Polres. f-raymon/tanjungpinang pos

Distamben Pemprov Belum Keluarkan IUP Khusus

Aktivitas loading bauksit di Tanjungmoco Dompak dihentikan karena perusahaan tersebut belum mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Khusus.

TANJUNGPINANG – PT APP disebut sebagai pemilik stockpile bauksit di daerah itu dan menumpang ke PT Lobindo. Hanya saja, untuk mengangkut stockpile bauksit tersebut, harus ada IUP khusus.

Hal ini disampaikan Amjon, Kepala Dinas Pertambangan dan Sumber Daya Energi (Distamben) Pemprov Kepri, Amjon, kepada wartawan di Dompak, Kamis (2/11). Amjon mengatakan, menjual bauksit baik di dalam negeri atau diekspor tidak ada masalah. Namun, untuk bisa menambang harus ada IUP.

Untuk mengangkut stockpile bauksit, maka harus ada IUP khusus. ”IUP khusus ini untuk mengangkut stockpile saja. Bukan untuk menambang. Makanya, harus ada IUP khusus dari provinsi,” tegasnya.

Yang terjadi di Tanjungmoco Dompak, IUP khusus belum dikantongi, namun aktivitas sudah dimulai. Karena itu menyalahi aturan dan Polres pun turun serta memasang police line di sejumlah alat berat yang bekerja di lokasi.

Amjon menceritakan, saat aktivitas penambangan masih berjalan, ada beberapa perusahaan yang masih aktif IUP-nya. Namun, ada juga yang sudah habis masa berlakunya.

IUP yang dikantongi perusahaan tambang saat itu, semua IUP untuk melakukan penambangan. Sejak penambangan dihentikan, stok bauksit yang digali dulu disimpan (stockpile). Untuk mengangkut stockpile ini, perlu IUP khusus.

Saat mau memasukkan ke tongkang, izinnya ditutup karena tidak boleh ekspor sejak, Januari 2015 lalu. Makanya oleh pemegang IUP waktu itu, disimpan dalam bentuk stockpile. Setelah PP No.01 2017 dikeluarkan, bauksit sudah bisa diekspor lagi.

”Saya tengok di media, seolah-olah bauksit itu haram untuk dijual. PP 01 tahun 2017 membolehkan bauksit itu untuk dijual di dalam daerah dan dijual ke luar negeri, dengan catatan, pemegang IUP punya komitmen untuk membangun smelter,” terangnya.

Komitmen itu, lanjut dia, diberikan sampai batas waktu lima tahun, berlaku sejak 2017 ini. Para pemegang IUP itu harus siap membangun smelter. ”Buat judulnya, bauksit boleh dijual untuk ekspor dan boleh untuk dalam negeri. Jadi kalau saya pantau berita saat ini, apapun tentang bauksit, haram untuk dijual,” beber Amjon.

Sebagai tindaklanjut PP ini, maka maka dikeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2017 (Permen ESDM 5/2017), dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2017 (Permen ESDM 6/2017). ”Bahwa ada komitmen Permen 5 itu untuk membuat smelter. Untuk yang Permen 6, dikasih waktu 5 tahun untuk bross wash, pencucian 42 persen,” tegasnya.

Jadi lima tahun ini, tanpa smelter pun bauksit boleh dijual. Tapi ada komitmen pemegang IUP untuk membangun. Setiap enam bulan dipantau oleh pemerintah pusat progres pembangunannya. ”Artinya boleh,” tegasnya.

Nah sekarang ini, beberapa kejadian di lapangan, seperti di kawasan Tanjungmoco, ada beberapa pemegang IUP yang masih aktif dan sudah tidak aktif lagi. UU nomor 4 tahun 2009 menyatakan, bahwa apabila mereka sudah melakukan aktivitas pertambangan dalam stockpile, maka stockpile itu boleh diambil, hanya saja dari Distamben dikeluarkan IUP khusus.

Namun tidak boleh menambang, hanya mengambil tonase stockpile yang lama bekas aktivitas pertambangan bauksit dulu. ”Dia harus menjual kepada perusahaan pemegang IUP yang masih hidup. Nah, ini yang terjadi di APP dan Lobindo. PT Alam Purnama Panjang ini punya stockpile, dia harus mencari IUP yang masih hidup. Makanya terdekatnya dengan Lobindo,” katanya.

”Kita memberikan IUP khusus nanti, tapi bukan untuk nambang, IUP hanya untuk ngambil stockpile. Nanti kita hitung, inspektur tambang cek, tonase misalnya ada 20 ton sampai 30 ton, itu saja diambil gak boleh nambang,” terangnya.

Yang jadi masalahnya di Tanjungmoco saat ini, surat dari Distamben belum dikeluarkan, namun mereka sudah melakukan aktivitas pengambilan stockpile. ”Kita di Kepri PT Lobindo itu, sudah mendapat 1,5 juta ton per tahun untuk menjual. Sudah keluar SK menterinya. Jadi Kepri salah satu provinsi yang disetujui Menteri ESDM untuk mendapat kuota sebanyak 1,5 juta ton per tahun. Tinggal nanti, mereka si pengusaha mengurus Persetujuan Eskpor (PE) ke Menteri Perdagangan untuk mendapatkan izin ekspor,” terangnya demikian.

Polres Amankan Lima Truk Bauksit
Polres Tanjungpinang kembali mengamankan lima unit truk pengangkut bijih bauksit ke tongkang yang bersandar di samping Pelabuhan Tanjungmoco, Dompak. Kemarin, kelima truk itu diparkirkan di depan ruangan Satreskrim Polres Tanjungpinang dan dipasang garis polisi.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro melalui Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko mengatakan, lima unit truk yang digunakan untuk mengangkut bauksit sudah diamankan dan dipasang garis polisi.

Selain itu, Polres Tanjungpinang telah memasang garis polisi di alat berat yang digunakan para pekerja untuk menggali dan mengangkut bauksit baik dari kobelco, loader, truk dan tongkang. ”Semua sudah kita pasang police line, kita amankan lima truk,” katanya, Kamis (2/11).

Sampai saat ini Polres Tanjungpinang belum menetapkan para tersangka baik itu dari penambang dan pemilik lahan bauksit. Terkait hal ini, Dwihatmoko menyebutkan, masih dilakukan pendalaman dan memintai keterangan dari para saksi.

Saat ini pihaknya sudah memeriksa delapan orang saksi dari para pekerja, pemilik lahan, pengusaha, RT dan RW setempat. ”Kita masih melakukan pendalaman untuk saksi sudah memeriksa delapan orang dimintai keterangan,” sebutnya.

Sebelumnya pihak Polres Tanjungpinang mengamankan lima orang dari pemilik tambang, pekerja dan pengelola bauksit Awi untuk dimintai keterangan. Bijih bauksit yang sudah dimuat di tongkang direncanakan akan dikirim ke Jakarta Utara. Perusahana yang melakukan aktivitas di Tanjungmoco PT AI dengan menggunakan izin dari PT. Lobindo.

Dengan adanya illegal mine melanggar Pasal 158 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.(SUHARDI-RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here