Logistic Base Migas Harus di Natuna

0
78
SALAH satu instalasi rig eksplorasi migas di Laut Natuna. f-istimewa
Keberadaan logistik Minyak dan Gas (Migas) di Natuna diyakini penting untuk keperluan pengembangan industri Migas dan kesejahteraan masyarakat. Puluhan tahun lalu logistic base Migas sempat ada di Natuna tapi kemudian berpindah ke Palmatak, Kabupaten Anambas.

NATUNA – Hingga kini logistik untuk keperluan eksplorasi dan eksploitasi Migas offshore Natuna itu masih terpusat di sana.

Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dan wakilnya Yusuf Kalla telah mencanangkan pengembangan yang terfokus pada lima bidang atau biasa disebut lima pilar pembangunan Natuna. Salah satu dari kelima pilar itu, adalah pengembangan Migas.

Implementasi pengembangan Migas Natuna, dituangkan dalam bentuk program kegiatan pembangunan kawasan logistic base dan Pelabuhan Samudera.

Sarana ini, tentunya akan berfungsi sebagai penunjang produksi minyak dan gas.

Wakil Bupati Natuna, Hj Ngesti Yuni Suprapti mengatakan Pemerintah Kabupaten Natuna tengah gencar melakukan koordinasi dengan instansi terkait yang ada di pusat dalam rangka mewujudkan kawasan tersebut.

”Pengembangan sektor Migas kita tagih terus ke pusat, terutama sekali kawasan logistic base dan Pelabuhan Samudera itu. Kami ingin itu segera terwujud, karena begitu ada program pemerintah, seharusnya logistic base itu segera pindah ke Natuna,” kata Wabup Ngesti di Kantornya, kemarin.

Menurutnya, kawasan yang telah dicanangkan pemerintah itu memilki urgensi yang tinggi bagi upaya pengembangan Migas Natuna ke depan.

”Karena bukan hanya kita yang ingin kawasan itu, tapi juga investor-investor Migas itu. Kalau logistic base-nya ada di Natuna, mereka akan mendapatkam berbagai kemudahan dalam bekerja. Seperti jarak logistic base dengan ladang Migas, yang mereka kelola dan kemudahan lainnya,” papar Wabup Ngesti.

Bukan hanya itu, Ia juga mengaku tengah memperjuangkan keberadaan oil refinery di Natuna sehingga sektor ini benar-benar bisa melibatkan masyarakat Natuna sebagai tenaga kerja.

”Kami juga ingin agar kebijakan dan mekanisme pengelolaan Migas ini dapat dikelola seperti yang di Blok Masela, Kabupaten Maluku Barat Daya. Itu kan dibawa ke darat melalui jalur pipa dan minyak mentahnya dikelola di situ, itu ribuan tenga kerja bisa terserap. Hal-hal ini yang sedang kami perjuangkan,” ungkapnya.

Ia yakin, cadangan Migas Natuna masih banyak meskipun cadangan di beberapa blok sudah dinyatakan berkurang.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here