Lokasi Bazar Diminta Jangan Berubah

0
272
Suasana malam Imlek tahun lalu yang gelar di jalan pelantar II. F-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepri Dapil Tanjungpinang, Rudi Chua menyarankan agar bazar Imlek tetap dilaksanakan tidak berubah, masih di Jalan Pasar Ikan dan Jalan Pasar di depan Pelantar II.

Informasinya, Pemko akan membuat bazar Imlek mulai, Rabu (9/1) di Jalan Teuku Umar.

Menurutnya, bazar yang dilaksanakan di pasar menjelang Imlek bukan sekedar tempat jualan tetapi sudah merupakan bagian rangkaian keramaian masyarakat Tionghoa Kota Tanjungpinang memeriahkan perayaan Imlek.

Rudi Chua menilai keramaian bazar di Kota Lama juga diperkuat pertokoan di pasar yang turut buka di malam hari selama bazar berlangsung.

Ia menuturkan, suasana seperti ini sulit tercapai di kawasan Teuku Umar yang sebagian besar adalah kantor perbankan.

Maka dari itu, mewakili puluhan pedagang di Jalan Pasar ikan dan Jalan Gambir ia meminta lokasinya sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

”Kita berharap walikota dan wakil walikota berkenan menpertimbangkan kembali keputusan tersebut, mengingat selama 15 tahun ini pelaksanaan bazar tidak pernah bermasalah,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (7/1).

Ia menuturkan, alasan yang dikemukakan pemko bahwa itu mengganggu lalu lintas bongkar muat barang Pelantar 2 sudah terjawab oleh surat kenyataan serikat pekerja bongkar muat melalui Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F-SPTI-SPSI) Tanjungpinang per 4 Januari lalu.

Surat itu menyatakan, tidak merasa keberatan atau bermasalah dengan pelaksanaan bazar mengingat aktivitas bongkar muat hanya sampai pukul 17.00 WIB. Sedangkan pelaksanaan bazar dimulai pukul 18.00 WIB.

Rudi Chua menambahkan, puluhan pedagang di Jalan Pasar Ikan dan Gambir sudah menyampaikan surat ke pemerintah tujuannya agar lokasi bazar di tempat biasanya bukan di lokasi baru, Teuku Umar.

Ada lima poin alasan para pemilik ruko. Diantaranya, lokasi bazar sebelumnya berhadapan langsung dengan Vihara Bahtra Sasana atau dikenal Vihara Tua Tian Hou Kong di ujung Jalan Merdeka, sebagai kepercayaan yang mendatangkan keberkahan.

Kedua, sudah 15 tahun pelaksanaan bazar Imlek belum pernah menimbulkan masalah. Para pedagang di lokasi Jalan Ikan dan Jalan Pasar berharap melalui kegiatan bazar bisa mendatangkan keramaian dan menghidupkan suasana Imlek seperti biasanya.

Ia menuturkan, para pengusaha juga tentu berharap kegiatan itu bisa meningkatkan omzet mereka menyambut Imlek.

Serta tidak mengurangi rasa hormat, dikhawatirkan lokasi Teuku Umar yang berdekatan dengan Masjid Raya akan berpotensi menggangu kekhusyukan ibadah jemaah karena riuh bazar. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here