Lomba Balita Sehat Meriah

0
1176
LOMBA BALITA SEHAT: Juri lomba balita sehat sedang wawancara salah satu balita sehat, Selasa (1/8). f-andri/tanjungpinang pos

Pemko Tanjungpinang memotivasi orangtua, terutama pasangan muda agar bisa meningkatkan kesehatan balita. Motivasinya dengan menggelar Lomba Balita Sehat (LBS) tingkat Kota Tanjungpinang Tahun 2017.

TANJUNGPINANG – Lomba Balita Sehat, ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul di Aula Bulang Linggi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang, Selasa (1/8). Syahrul minta kepada orang tua yang memiliki bayi di bawah umur lima tahun (balita) agar mendatangi posyandu, untuk minta pelayanan kesehatan. Tujuannya, supaya balita bisa tumbuh sehat dan tidak kurang gizi.

Kata Syahrul, pembangunan kesehatan dan tumbuh kembang anak perlu dilakukan sedini mungkin. Mulai dari anak di dalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya. ”Pasangan mesti meningkatkan kesehatan balita. Ayo ke Posyando terdekat,” ajak H Syahrul.

Ia membeberkan, jumlah balita di Kota Tanjungpinang sebanyak 21.926 dari jumlah penduduk dan jumlah orang dewasa berjumlah 254.467 jiwa. Untuk memperoleh balita sehat sebagai penerus bangsa, maka perlu perhatian serius terhadap pertumbuhan dan juga perkembangan balita. Dari jumlah balita tersebut, balita yang dilakukan deteksi dini tumbuh kembang di Posyandu TK dan Paud pada tahun 2016 sebesar 15.331 balita dari sasaran dari jumlah tersebut, 47 orang mengalami penyimpangan tumbuh kembang.

Baca Juga :  Jadikan Ibukota Daerah yang Menarik

Untuk itu, upaya yang dilakukan saat ini bagi balita tersebut adalah dengan pembinaan secara komprehensif dan berkesinambungan. Termasuk pembinaan kesehatannya, tidak bisa dilakukan setengah-setengah, tetapi harus dilakukan secara terkoordinasi. Dan, berkelanjutan, sehingga generasi penerus ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ucap H Syahrul.

Kata Syahrul, upaya lain untuk memperolehi balita sehat melalui pemantauan pertumbuhan di posyandu, saat ini jumlah posyandu yang tersebar di wilayah Kota Tanjungpinang sebanyak 134. Pemantauan perkembangan juga dapat diperoleh di Posyandu, TK dan Paud melalui kegiatan stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak (SDIDTKA). ”Saya mengimbau kepada seluruh orang tua yang mempunyai balita untuk rutin membawa anaknya ke posyandu. Pertumbuhan dan perkembangannya harus dipantau sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Tanjungpinang di masa yang akan datang,” ajak Wakil Walikota.

Baca Juga :  Jalan Lingkar Harus Lebih Cantik dari Jembatan Dompak

Ia juga berpesan kepada orang tua, bagi bayi dan balita yang belum berhasil menang jangan berkecil hati, karena semua balita yang ikut lomba adalah balita-balita terbaik dan merupakan aset bangsa yang berkualitas. ”Mereka-lah yang cikal bakal yang akan memimpin Kota dan bangsa ini,” cetus Syahrul.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Rustam, menjelaskan, lomba balita ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua, terhadap tumbuh kembang balitanya. Dan, sekaligus orang tua dan masyarakat berperan aktif untuk deteksi tumbuh kembang balita. Menurutnya, kriteria kelompok umur dalam lomba dibagi beberapa kriteria. Yakni, kriteria A kelompok umur 6 sampai 24 bulam sebanyak 50 peserta. Kriteria B kelompok umur 25 sampai 60 bulan sebanyak 50 peserta.

Baca Juga :  Kampung Bugis jadi Bedelau

Peserta merupakan juara dari Lomba Balita Sehat tingkat Kecamatan yang telah berlangsung beberapa waktu lalu. Kriteria penilaian dilihat dari penilaian status balita dan orang tua, penilaian riwayat imunisasi, antropometri, pemeriksaan fisik, gigi dan mulut serta penilaian tumbuh kembang balita.
Untuk tim juri berasal terdiri dari Dokter Spesialis Anak RSUP Kepri, Dokter Umum dan Dokter Gigi RSUD dan Puskesmas Batu 10. Acara ini turut dihadiri, Sekretaris Daerah, Riono, Staf Ahli, Ketua TP PKK Hj. Yuniarni Pustoko Weni, , Ketua GOW, Ersa Famella, Camat serta Lurah. Pantaun di lokasi, orang tua balita, juga terlihat sibuk mendampingi balitanya, saat sesi wawancara. Ada juga balita takut dekat dengan juri. (ABAS-ANDRI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here