Lomba Vlog Diskominfo Kepri Jadi Ajang Promosi Daerah

0
188
Gubernur Kepri Nurdin Basirun ikut Joget Jangkung di salah satu event budaya di Kepri beberapa waktu lalu.

TANJUNGPINANG – Pengiriman video pendek atau vlog untuk diperlombakan pada lomba yang digelar Dinas Kominfo Provinsi Kepri sudah memasuki pekan kedua. Sudah cukup banyak peserta yang mengirimkan vlognya dengan tema yang berbeda-beda. Lomba vlog ini akan berlangsung sampai 31 Juli 2019.

Menurut Menurut Kadiskominfo Provisi Kepri Drs. Zulhendri M.Si, melalui Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik Andi Amirullah, lomba video anugerah desiminasi informasi secara tradisional melalui media sosial ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat Kepri melatih kemampuan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang saat ini. “Selain mengajak masyarakat untuk berlatih mengambil video pakai smartphone, juga untuk membiasakan masyarakat menggunakan waktu luangnya dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Selain melatih kemampuan peserta lomba, cara ini juga akan bermanfaat bagi daerah karena setiap peserta akan membantu mempromosikan kesenian di Kepri di media sosial,” kata Andi Amirullah, Selasa (9/7/2019).

Untuk hadiahnya, sambung Amirullah, Diskominfo Provinsi Kepri sudah siapkan berbagai hadiah termasuk uang pembinaan jutaan rupiah.
“Yang mesti menjadi catatan, bagi peserta, video yang diperlombakan harus sudah terkirim dan dipublikaskan di media sosial sebelum 31 Juli 2019. Selain itu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan peserta lomba,” sebutnya.

Lomba video atau vlog bertema Informasi Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau ini bisa dalam bentuk media tradisional seperti Makyong, Pantun, Joget Dangkong dan berbagai kesenian khas Melayu lainnya.
Pemenang lomba video pendek ini, akan diumumkan pada Agustus 2019 mendatang.

Kata Andi, peserta mesti mem-follow facebook dan instagram KSP serta subscribe youtube channel Diskominfo Kepri. ”Untuk facebook nama akun kita adalah Kepri Smart Province, sementara instagram kita adalah @keprismarprov_, dan untuk youtube akun kita adalah Diskominfo Kepri,” terangnya.

Selain itu, Kata Andi Amrullah, peserta lomba juga harus menggunggah konten yang diperlombakan di facebook dan instagram peserta dengan menandai akun facebook dan instagram KSP serta menyertakan tagar (#) sebagai berikut; #mediatradisional, #kumunikasipublik, #kominfo, #happylike4like, #riauisland, #pesonakepri, #batam, #tanjungpinang, #bintan, #karimun, #Natuna, #Lingga, #anambas, #lovekepri.

”Untuk durasi vlog, antara 30 detik sampai 2 menit. Serta karya yang dilombakan harus original dan tidak melanggar karya intelektual pihak lain serta belum pernah diperlombakan sebelumnya. Vlog yang diperlombakan juga tidak boleh melanggar unsur sara, tidak porno dan tidak ada unsur ujaran kebencian,” jelasnya.

Menurutnya media tradisional yang dianggakat di lomba ini adalah mdia komunikasi menggunakan seni pertunjukan tradisional yang lahir dan berkembang di tengah masyarakat Kepri.

“Secara umum ada beberapa ciri khas media tradisional, seperti lakon yang disajikan tanpa naskah, penyajiannya spontan dan secara improvisasi, unsur lawakannya sangat dominan, bentuknya bisa berupa terater terpadu, setiap pertunjukan.(jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here