LPG Dijual Bebas dan di Atas HET

0
223
Disperindag, Pertamina dan Hiswana Migas saat sidak harga dan pasokan gas subsidi, Selasa (27/11) di Batam. F-MARTUA/tanjungpinang pos

Keluhan masyarakat Batam terkait dengan kelangkaan gas, ditindaklanjuti Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Batam dan Provinsi Kepri. Saat sidak ditemukan harga jual di atas harga eceran tertinggi (HET).

BATAM – Sidak dilakukan ke beberapa lokasi di Batam. Mulai agen di Pasar Mega Leganda, kios-kios di Tembesi dan agen di Sagulung. Saat sidak itu, ditemukan ada yang menjual sesuai dan ada di atas HET.

Peninjauan dipimpin Kadisperindag Batam, Jarefriadi, Selasa (27/11) didampingi Kabid Perindustrian dan ESDM Batam, Januar, Sales Marketing LPG Pertamina Kepri, Andri Setiawan, perwakilan Disperindag Provinsi, Hiswana Migas Edek Helmi dan lainnya. Saat sidak dilakukan di Simpang Barelang, Tembesi

Di kios-kios yang berjejer di simpang itu, ditemukan beberapa kios yang menjual gas subsidi 3 Kg. Mereka menjual gas dengan harga, Rp22 ribu sampai Rp25 ribu. Tim terpadu itu kemudian mengingatkan pemilik kos, terkait dengan larangan menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp18 ribu.

”Harga dari Pertamina, Rp15.500 dari agen dan HET 18 ribu,” bebernya.

Selain itu, diingatkan juga jika kios-kios itu tidak bisa menjual gas subsidi 3 Kg, karena tidak ada izin. Sementara untuk harga, pedagang yang ditemui mengaku membeli dari agen, gas 3 Kg, seharga 20 ribu.

”Tidak bisa lagi menjual gas subsidi di sini ya Bu. Harus pangkalan resmi,” tegas Kabid Perindustrian dan ESDM Batam, Januar.

Mendapati penjualan ilegal itu, pihak Disperindag menempelkan kertas berisi tulisan pengumuman sekaligus peringatan. Dilarang memperjual belikan lPG PSO (LPG 3 Kg-bersubsidi) selain di pangkalan resmi.

Menurut Januari, dari temuan sementara, kegiatan yang tidak sesuai dengan aturan, lebih pada penjualan di luar pangkalan elpiji. Selanjutnya, mereka 0akan menelusuri agen yang menjual gas, kepada pihak pangkalan tidak resmi.

Diakui, mereka sidak, sekaligus untuk sosialisasi elpiji yang harus dijual di pangkalan resmi. Di mana, pangkalan resmi diakui memiliki standard keamanan. Mereka juga ingin memastikan distribusi sesuai ketentuan.

”Gas dialokasikan, 4,6 tabung per rumah tangga, per bulan. Kalau UMKM, alokasinya 2x dari alokasi rumah tangga,” ungkap dia.

Sementara saat sidak pangkalan gas subsidi 3 Kg di Pasar Legenda, Batam Centre, diakui saat ini kondisi gas stabil dan tidak ada kelangkaan. Di mana, setiap minggu, gas diantar Pertamina tiga kali. Sekali distribusi, ada 40 sampai 50 tabung gas.

”Tidak ada kelangkaan sekarang. Sempat ada panik saja. Kami jual Rp18 ribu per tabung, sesuai HET. Pelanggan mereka diakui, lebih banyak UMKM dan sedikit rumah tangga,” ungkap pemilik pangkalan gas Nuel di Pasar Mega Legenda, Blok A2, Batam Centre.

Kadis Perindag Batam, Zarefriadi mengatakan mereka melakukan sidak, untuk menindaklanjuti keluhan dan laporan masyarakat. ”Untuk menindaklanjuti itu, kita bertindak. Ini kita kasih peringatan dulu yang melanggar. Termaksud yang menjual di pinggir jalan,” bebernya.

Mereka saat ini diakui akan memberikan peringatan ke agen atau pangkalan yang menjual gas subsidi ke kios atau warung untuk dijual kembali.

”Sudah kasih peringatan, ke depan, tidak bisa lagi. Kita pembinaan dulu. Nanti, agen dan pangkalan yang nakal, akan dievaluasi izinnya. Kita akan cabut kalau pangkalan bermain,” tegasnya.

Sales Marketing LPG Pertamina Kepri, Andri Setiawan mengatakan, saat ini di Batam, ada 1.449 pangkalan, yang dilayani 11 agen. Kuota 2018 gas elpiji 3 kg di Batam, sebesar 45juta Kg per tahun. ”Di Batam sebulan 900 ribu tabung per bulan. Sudah lebih tinggi jumlahnya dibanding tahun lalu,” bebernya

Disampaikan, Pertamina hanya penyalur. Walau bukan yang menindak izin pangkalan atau agen, namun mereka bisa memberikan sanksi pengurangan alokasi gas.

”Agen bisa disanksi pengurangan alokasi hingga pemutusan hubungan kerjasama jika masih bandel menjual gas tak sesuai aturan,” imbuhnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here