LPSB Seleksi 120 Pemain Bola

0
716
Pelatih LPSB Karya Muda memberikan arahan kepada peserta sebelum mengikuti seleksi di Lapangan Sepakbola, Batu 10, Tanjungpinang.

Persiapan Tanjungpinang Menuju Gubernur Cup II

TANJUNGPINANG – Lembaga Pendidikan Sepak Bola (LPSB) Karya Muda masih menyeleksi pelajar yang akan masuk tim sepak bola Tanjungpinang di event Gubernur Cup II 2018 mendatang.

Dari 120 peserta yang ikut test, kini tersisa 55 pelajar setelah mengikuti empat kali seleksi. Mereka akan disaring lagi menjadi 25-30 atlet nantinya. Hal ini dikatakan Pembina LPSB Karya Muda, Bambang saat melihat para peserta mengikuti seleksi yang dilaksanakan di Lapangan Sepakbola Batu 10, Jumat (9/3) kemarin.

Seleksi lapangan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang, Djasman beserta Kasi Olahraga Dispora Tanjungpinang, Zamanis dan beberapa lainnya.

Bambang menuturkan, pihaknya masih akan melaksanakan seleksi hingga tiga kali dan diperkirakan finalisasinya seminggu ke depan. Jika sudah mendapatkan para pemain yang dibutuhkan, maka atlet akan mengikuti Training Center (TC).

Baca Juga :  All Star Bakal Bikin Kejutan

Terkait pencapaian prestasi nantinya, ia berharap lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Bila sebelumnya juara ketiga maka di tahun ini bisa meningkat. ”Tahun sebelumnya waktu persiapan kita singkat, peserta ikut seleksi dan langsung bertanding. Tahun ini seleksi dilakukan lebih awal agar atlet bisa mengikuti TC,” tuturnya.

Latihan akan dilaksanakan satu hingga dua bulan ke depan. Jadwalnya, seminggu tiga kali yang akan dilaksanakan di Lapangan Sepakbola Batu 10, Tanjungpinang. Terkait rencana pelaksanaan pertandingan, pihaknya belum menerima informasi secara resmi. Diperkirakan antara April atau Mei. Begitu juga dengan tempat,  informasinya akan dilaksanakan antara di Batam atau Bintan. Setelah tahun sebelumnya di Karimun.

”Informasi yang saya terima demikian, kami masih menunggu jadwal resmi dari Dispora Provinsi Kepri,” tuturnya.

Ia menuturkan, kini para peserta memiliki sedikit dilema. Mayoritas atlet duduk di Kelas IX atau Kelas 3 SMP yang sebentar lagi mengikuti Ujian Nasional (UN) atau Ujian Akhir Sekolah (UAS).

Baca Juga :  Rahma Prihatin Lihat Olahraga Tpi Redup

Ada juga beberapa orang tua atau guru yang melarang anaknya ikut seleksi. Alasannya khawatir ketinggalan mata pelajaran di sekolah. Terkait hal ini, Bambang memahami dan tak memaksakan peserta. Bagi yang tak diberikan izin tidak masalah. Bagi yang diberikan, tetap mengikuti seleksi.

”Sesuai aturan peserta di Lomba Gubernur Cup, tahun kelahiran 2003 atau tepatnya berusia 15 tahun. Kini mayoritas Kelas IX atau VIII,” paparnya.

Terkait pendanaan mulai dari seleksi sampai dengan kegiatan lomba nantinya, Bambang mengakui murni dari LPSB Karya Muda. Terkait bantuan dana dari APBD Pemko, tidak ada. Meski demikian, ia mengaku mendapat support dari pemerintah melalui Dispora dalam hal administrasi serta beberapa lainnya.

Baca Juga :  Penampilan SMPN 4 dan SMPN 7 Fantastis!

”Saya sampaikan kepada Kepala Dispora pendanaan dari LPSB Karya Muda, dan Beliau siap membantu dalam bentuk administrasi siswa serta lainnya,” paparnya.

Djasman sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan LPSB Karya Muda tersebut. Ia berharap, makin banyak pihak swasta atau masyarakat umum yang memberikan perhatian dalam bidang olahraga dalam berbagai cabang olahraga.

Ia juga memberikan semangat kepada siswa untuk berlatih sungguh-sungguh. Bila berhasil juara maka siswa memiliki keistimewaan, karena bebas milih sekolah melalui jalur prestasi yang disiapkan. ”Mereka kan sekarang siswa SMP, jika lulus nanti dapat memilih SMA atau SMK melalui jalur prestasi tersebut,” tuturnya.

Ia mengakui kemampuan pemerintah sangat terbatas, sehingga butuh dukungan dari berbagai stakeholder. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here