Lukita Putuskan Tunda Proyek Besar

0
155
Lukita D. Tuwo

Efek Kepala BP Batam Dirangkap Walikota

Rencana pemerintah pusat melakukan perubahan di Badan Pengusahaan (BP) Batam, berbuntut pada penundaan program badan itu. BP Batam memutuskan, untuk menunda rencana proyek jangka panjang atau besar.

BATAM – Permintaan penundaan proyek terutama yang sifatnya kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU) disampaikan ke Kemenko Perekonomian.

Penundaan rencana lelang itu diungkapkan Kepala BP Batam, Lukita, Senin (17/12) di Batam. Namun untuk program-program yang rutin dan pelayanan, ditegaskan tetap dijalankan. ”Saya sudah meminta ke pegawai, untuk tetap menjalankan pelayanan, dengan bertanggungjawab. Tapi proyek jangka panjang ditunda,” tegasnya.

Penundaan dilakukan untuk proyek yang KPBU, seperti untuk pembangunan dan pengelolaan Bandara Hang Nadim, pengelolaan Dam Tembesi dan lainnya. Sementara untuk Batuampar, sebelumnya sudah disepakati dengan Pelindo dan saat ini tinggal menunggu Perpres.

”Karena kerjasama ini, pimpinan harus bertanggungjawab terhadap kriteria dan nilai investasi. Sementara, yang melanjutkan belum tentu menerima apa yang menjadi perhitungan kami,” jelas Lukita.

Sehingga, dari pada nanti menjadi permasalahan, pihaknya memilih untuk menunda. ”Karena ini kontrak jangka panjang. Kemungkinan di atas 20 tahun. Jadi diambil alih yang baru menjadi pimpinan BP. Kurang baik kalau dijalankan sekarang, jadi kita pilih tunda dulu,” katanya.

Kelanjutan proyek pembangunan disebutkan, akan ditentukan pimpinan BP Batam yang baru nanti, jika dirinya dilantik. ”Soal bandara, itu jangka panjang. Saya sudah minta arahan dari Menko, jadi ditunda, sampai sudah jelas kepala BP. Tapi bukan dibatalkan,” sambungnya.

Diakui, proyek BP yang jangka panjang ditunda, untuk memastikan tidak menjadi permasalahan ke depan. Sehingga, pimpinan BP yang baru yang akan melakukan proses kelanjutan rencana proyek-proyek multiyears BP Batam. ”Biar nanti, pimpinan baru nanti bisa mempertanggungjawabkan,” ujar dia.

Demikian, jika masih diberikan waktu untuk pimpinan BP Batam yang ada saat ini melanjutkan program besar, maka mereka akan meminta petujuk pemerintah pusat. ”Kalau masih ada waktu memimpin ,maka kami akan meminta apakah bisa dilanjutkan atau tidak,” bebernya.

Diakui, proyek-proyek besar di Batam, mendapat peminat dari investor. Seperti rencana lelang pengelolaan Dam Tembesi, yang sudah memiliki sekitar 37 investor. Sementara yang bandara juga sudah belasan investor.

”Sayang, seperti di Tembesi (Dam), karena sudah 37 investor calon peserta yang mengambil dokumen. Tapi kami tidak bisa meneruskan sampai selesai, kalau (kepemimpinan) diambil alih. Makanya kita tunda dulu,” imbuh mantan Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian ini.

Namun khusus yang sifatnya pelayanan perizinan untuk investor masuk kawasan dan penyelesaian SKEP dan SPJ, pihaknya tetap menjalankan. Sehingga investor tidak terhambat saat akan melakukan investasi di Batam.

”Kita tidak mau menghambat investor. Terutama terkait PTSP, fungsi BP tetap berjalan dilakukan pegawai. Jadi kami tetap melayani yang mebutuhkan pelayanan BP,” himbaunya.

Terkait keputusan pemerintah untuk mengganti dirinya, Lukita menerima. Paling penting dinilai, keputusan mempertahankan BP Batam.

”Jelas dari Kantor Menko, BP Batam tetap ada. Yang peleburan hanya Kepala BP dirangkap walikota. Ini sudah menjadi keputusan. Kami menerima dan menjalankan. Yang kita tunggu regulasi yang memberikan landasan hukum untuk menetapkan ex officio dijabat walikota,” imbuh Lukita mengakhiri. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here