Lumayan Buat Uang Jajan, Bantu Kurangi Beban Ayah

0
384
RENDY anak warga Busung membersihkan perahu dayung miliknya, sebelum disewakan kepada pengunjung wisata gurun pasir, di desa tersebut, Sabtu (23/6) lalu. f-yendi/tanjungpinang pos

Mengintip Penghasilan Anak Busung dari Wisata Gurun Pasir

BUSUNG – Dua lokasi objek wisata gurun pasir di Desa Busung, Kecamatan Sri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan semakin santer dikunjungi turis asing, maupun wsiatawan lokal. Tak ayal, warga setempat mendapatkan penghasilan yang tak sedikit. Rendy, anak yang baru lulus SD pun sudah bisa menghasilkan uang.

Penampilan Rendy anak Desa Busung yang baru tamat SD, tidak terlalu meyakinkan, Sabtu (23/6) lalu. Dengan celana pendek hitam dan baju kaus merah, Rendy duduk di satu dari belasan warung pedagang, yang ada di kawasan wisata gurun pasir, Desa Busung. Hingga pukul 13.00, ia terpaksa berteduh di warung tersebut. Nahas, saat itu gurun pasir Desa Busung diguyur hujan deras.

Sekali-sekali, ia membolak-balikan topinya. Tatapan mata Rendy tertuju ke satu sampan dayung dengan miniatur anjing laut menyundul bola. Sampan dayung sewaan milik Rendy basah, dan masih tertambat di pinggir danau. Mata Rendy pun beberapa saat, sempat tertuju ke arena panahan yang belum ada pengunjung. ”Alhamdulillah, hujan sudah reda,” gumamnya.

Baca Juga :  Bintan Masuk Nominasi Kabupaten Sehat Nasional

Matahari mulai muncul dari balik awan hitam. Gerimis mulai hilang. Lima bus wisata mulai masuk ke kawasan wisata gurun pasir, membawa puluhan turis asal Tiongkok. Mereka pun berfoto selfie di pinggir danau biru, dan sejumlah replika hewan seperti yang ada di gurun sahara, maupun di padang pasir Mesir sana.

Rendy mulai tersenyum, beberapa pengunjung ingin menyewa sampan dayung si anjing laut, miliknya. Ia bergegas membersihkan sampan dayung itu, sambil mengelap beberapa bagian sampan yang basah. Air hujan yang membasahi sampan pun kering. Si pengunjung langsung membawa ke tengah danau biru. ”15 menit, sewanya Rp 20 ribu aja om,” kata Rendy.

Baca Juga :  Warga Mantang Segera Punya Masjid Besar

Rendy mengatakan, sampan dayung anjing laut menyundul bola itu dipesan dan dibeli, dari perajin di Kawal, Gunung Kijang. Sampan ini disewakan kepada pengunjung wisata gurun pasir, yang ingin menikmati wisata danau biru, sejak tahun 2017 lalu. Dari usaha ini, Rendy mendapatkan uang yang cukup banyak. ”Lumayan lah hasilnya, cukup buat jajan. Ya, kerja ini bantu-bantu kurangi beban ayah cari duit,” tuturnya.

Belum usai menjawab pertanyaan Tanjungpinang Pos, Rendy berlari kecil ke arena panahan. Di arena memanah ini, Rendy mengajarkan beberapa pengunjung, yang ingin unjuk kebolehan di olahraga panah ini. Namun, satu tabung (5 busur), pengunjung harus membayar Rp 10 ribu. ”Siapa yang bisa mengenai bidikan di tengah, diberi hadiah 1 buah kelapa muda,” ujarnya.

Baca Juga :  Deby Sambangi Stan Bazar TK Antam

Meski Rendy mendapatkan penghasilan yang lumayan dari wisata gurun pasir ini, ia tidak mau menghabiskan hidupnya hanya untuk mencari uang di kawasan tersebut. Rendy tentunya punya cita-cita yang lebih tinggi. Justru itu, sejak usia sekarang ia sudah mulai mandiri, demi kelangsungan pendidikannya. ”Sekarang, saya ingin masuk sekolah SMP, dan ke sekolah lanjutan atas, pada selanjutnya,” demikian impian Rendy. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here