Lupakan Kebaikan, Maafkanlah Kesalahannya

0
633
Dvi Adriansyah

Dvi Adriansyah
ASN Kemenag Kab Bintan

Bila kita punya kesempatan dan kemampuan untuk berbuat baik, lakukanlah! Banyak orang yang mempunyai kemampuan tetapi tidak memiliki kesempatan. Demikian juga banyak yang mempunyai kesempatan tetapi tidak punya kemampuan untuk melakukan kebaikan.

Berbuat baik itu lebih mulia,mampu memaafkan jauh lebih mulia “Kebaikan akan kehilangan nilai luhurnya jika mengharapkan pamrih, dan kesalahan orang lain pun akan membawa berkah jika kita bisa memaafkan”.

Menolong orang lain atau berbuat kebaikan harus dari hati. Dan juga harus dengan niat yang tulus benar-benar ingin berbuat baik tanpa mengharapkan balasan atau pamrih, karena apabila kita berbuat mengharapkan puji-puji orang lain maka nilai kebaikan yang kita perbuat akan kehilangan keluhurannya.

Bahkan lebih dari itu apabila satu harapan untuk mendapatkan balasan tidak terpenuhi maka akan menyebabkan hati kita tidak bisa terima dan merasa apa yang kita lakukan hanyalah sia-sia.

Demikian juga dengan kesalahan orang lain kita harus bisa berbesar hati memaafkan dan melupakannya. Karena jika tidak,kesalahan orang lain akan menjadi momok dalam batin yang akhirnya akan melahirkan dendam. Dendam akan terus menghasut hati dan pikiran kita untuk melakukan satu pembalasan. Hal ini sangat tidak menguntungkan buat kita.

Banyak energi yang terbuang sia-sia untuk memilirkan cara membalas kejahatan dengan kejahatan, meskipun kejahatan sudah terbalaskan dengan beribu-ribu lipat kejahatan tetap saja tidak akan membuat sanubari kita menjadi tenang.

Mengingat kebaikan kita dan kesalahan orang lain bukan tidak mungkin akan menimbulkan satu penyakit kejiwaan dan fisik. Memikirkan kebaikan kita tidak dihargai dan pelecehan orang lain akan menyebabkan kita susah tidur dan tidak ada nafsu makan,bukankah akan merusak lahiriah dan batiniah?

Melupakan kebaikan kita membuat kita tidak berharap lebih dan melupakan kesalahan orang lain akan membunuh akar dendam yang otomatis membuat hidup kita lebih tenang. Penyebab kegelisahan tidak berasal dari mana-mana tetapi dari hati kita sendiri. Dan ketentraman berasal dari hati dan pikiran kita sendiri. Dengan prinsip tidak ada niat untuk menjadi orang yang mulia yang juga akan membuat diri kita menjadi mulia.

Berbuat baik terhadap sesama adalah kewajiban yang tidak perlu ada hitung-hitungan. Dan bersyukurlah kita yang diberi kesempatan berbuat baik. Lihatlah berapa banyak orang yang ingin berbuat baik tetapi tidak mempunyai kesempatan.

Mereka yang terbaring tidak punya apa-apa saat melihat pengemis datang kepadanya, hanya ada niat tetapi tidak mempunyai kemampuan. Namun, itu masih lebih baik daripada mereka yang bisa menolong tetapi enggan melakukannya.

Menolong orang lain atau berbuat baik pun tidak selalu dengan materi, kita bisa membantu dengan tenaga,pikiran bahkan hanya dengan menjadi pendengar yang baik yang sedikit berbicara ketika orang lain menceritakan beban hidupnya.

Dan di dunia ini pun tidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah. Jika kita tidak bisa melupakan kesalahan orang lain terhadap kita,sepanjang hidup berapa banyak orang yang pernah berbuat salah kepada kita. Jika dibiarkan bukankah dendam anak menumpuk dihati kita dan akan merusak diri kita sendiri.

Suatu ketika seorang pria bertanya kepada Rasulullah SAW tentang akhlak yang baik,maka Rasulullah SAW membacakan firman Allah SWT, “Jadilah engkau pemaaf dan perintahkan orang mengerjakan ma’ruf,serta berpalinglah dari orang-orang bodoh (QS Al-A’raf:7,199)

Kemudian beliau bersabda lagi, “Itu berarti engkau harus menjalin hubungan dengan orang yang memusuhimu,memberi kepada orang yang kikir kepadamu dan memaafkan orang yang menganiayamu.” (HR.Ibnu Abud-Dunya).

Dalam perang uhud Rasulullah SAW mendapat luka pada muka dan juga patah pada beberapa giginya, berkatalah salah seorang sabahatnya :”Cobalah tuan doakan agar mereka celaka.”

Rasulullah SAW menjawab:”Aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang,tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan penebar kasih saying. Lalu beliau menengadahkan tangannya kepada Allah SWT dan berdoa. “Ya Allah ampunilah kaumku,karena mereka tidak mengetahui.”

“Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni,apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian?” (QS.An-Nuur;22). Pembaca,Berbuat baik sekecil apapun lalu lupakan. Dan sebesar apapun kesalahan orang lain kita pun tidak perlulah mengingatnya. Sebelum kita menghitung kebaikan yang telah dilakukan sebaiknya terlebih dahulu kita harus menghitung kesalah kita yang pernah diperbuat.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here