Lurah Cari Lahan Sekolah Baru

0
528
LURAH Pinang Kencana (kiri) Syamsul saat meninjau taman SMPN 16 Tanjungpinang Timur, baru-baru ini. F-martunas/tanjungpinang

Penduduk Pinang Kencana 33 Ribu, SMP Hanya Satu

Kecamatan Tanjungpinang Timur masih kekurangan sekolah. Terutama di Kelurahan Pinang Kencana. Penduduk di kelurahan ini sekitar 33.700 orang, namun hanya ada satu SMP di sana. Lurah pun mencari lahan untuk pembangunan
sekolah baru.

TANJUNGPINANG – SEPERTI disampaikan Lurah Pinang Kencana, Tanjungpinang Timur, Syamsul Bahri, S.IP bahwa di wilayah kerjanya itu ada 6 Sekolah Dasar (SD) negeri, satu pondok pesantren dan satu SMP negeri.

Sehingga, saat penerimaan siswa baru seperti yang dilakukan Juli lalu, banyak orangtua siswa mengadu kepadanya terutama siswa SMP. Untuk SD masih mencukupi karena banyak sekolahnya. Apalagi, ada SD negeri yang baru dibuka tahun ini di sana.

”Kalau SMP memang kurang. Karena hanya ada satu. Jadi, lulusan dari lima SD itu tak tertampung di satu SMP. Makanya pendaftar di SMP itu membeludak,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (7/8).

Ia pun sudah mencari lahan hibah dari masyarakat untuk pembangunan sekolah baru di sana. Lahannya sudah ada hibah dari developer Suryono. ”Sudah dibangun SDN 17 di sana. Lokasinya Perumahan Alam Tirta Lestari (ATL),” terangnya lagi.

Ada juga hibah lahan di daerah Air Raja. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang sudah turun ke lokasi dan rencananya akan dibangun SD.

Baca Juga :  Ratusan Pelajar SD Padati Gedung Gonggong

Ia mengatakan, apa yang disampaikan anggota DPRD Kota Tanjungpinang Petrus M Sitohang bahwa saat ini banyak sekolah swasta minim siswa, perlu jadi perhatian bersama.

Namun, khusus di kelurahan yang dipimpinnya itu memang belum ada swasta dan karena hanya ada satu SMP negeri di sana, siswanya selalu membeludak. Jadi perlu dibangun sekolah baru.

”Namun itu tetap kebijakan Pemko. Yang kita sampaikan ini, kenyataan di lapangan. Setiap penerimaan siswa baru, SMPN 16 satu-satunya di Kelurahan Pinang Kencana selalu membeludak,” terangnya lagi.

Apalagi di daerahnya, kata dia, pertumbuhan penduduk sangat pesat. Daerah ini pengembangan kota dan banyak dihuni keluarga yang muda. Pemerintah pun harus memperhatikan kebutuhan infrastruktur untuk masyarakat di kelurahan ini.

Salah satu pekerjaan lapangan yang dia lakukan adalah membantu pendidikan warga yang susah serta kegiatan sosial bersama masyarakat. ”Kalau administrasi semua kita percepat. Tak ada yang kita persulit,” tegasnya.

Setiap tahun, ada saja warga kurang mampu yang datang menghadap kepadanya agar anaknya bisa masuk sekolah. Seperti tahun lalu, ada 6 orang warga kurang mampu, yatim dan yatim piatu yang datang minta tolong kepadanya.

”Saya pun mencari orang-orang yang mampu membantu anak-anak ini dan Insya Allah, banyak yang membantu sehingga mereka bisa masuk sekolah. Kebutuhan baju, sepatunya terpenuhi,” jelasnya.

Baca Juga :  Arif Kagumi Semangat Siswa SDIT

Kepada setiap RT-RW, ia meminta agar dilakukan pendataan terhadap warganya jangan sampai ada yang tak sekolah. Semua anak wajib sekolah.

”Yang tak mau sekolah ada. Mereka ini anak-anak dari keluarga broken home. Ada yang tinggal sama neneknya. Ada yang bapak, mamanya cerai. Jadinya tak ada yang ngurus anak itu. Macam-macam persoalannya,” jelasnya.

Pihaknya bersama Babinkantibmas serta RT-RW pernah melakukan razia anak-anak yang mangkal di Jalan Bandara RHF di malam hari. Saat itu 14 orang anak terjaring. Mereka kebanyakan putus sekolah.

Setelah ditanyai, semuanya anak broken home. Mereka ini ngumpul bersama karena merasa senasib dari keluarga yang tidak diperhatikan orangtuanya. Sehingga mereka kehilangan arah.

”Kasihan mendengar cerita mereka. Semuanya broken home. Tapi tetap kita minta agar sekolah. Mau jadi apa mereka nanti. Bahkan, ada satu anak yang pernah saya jamin agar tidak dikeluarkan dari sekolah. Alhamdulillah, akhirnya tamat juga sekarang,” ungkapnya lagi.

Persoalan-persoalan masyarakat seperti ini diketahuinya karena Syamsul banyak bergaul dengan masyarakat. Ia tidak nyaman hanya kerja di belakang meja. Ia suka di lapangan untuk melihat langsung persoalan yang dialami masyarakat.

Baca Juga :  700 Peserta ikut Pelatihan Wirausaha

Dari masyarakat inilah, Syamsul mengetahui dimana warga miskin yang menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Termasuk anak-anak yang nakal dan putus sekolah.

”Kalau mengurus administrasi di kantor, itu pekerjaan mudah. Tapi mengurusi yang di lapangan ini perlu kerja keras. Sekarang ini, ada beberapa warga kita yang harusnya mendapat renovasi RTLH. Tapi kelurahan kita ini tak dapat program bantuan RTLH tahun ini,” katanya menyayangkan.

Ia juga berharap Pemprov Kepri bisa melanjutkan kembali program bedah rumah yang dulu. Karena masyarakat kurang mampu sangat membutuhkannya.

Di daerah Kampung Bugis, mereka dapat bantuan itu tahun ini karena memang program pengentasan kampung kumuh. ”Kita tak dapat tahun ini. Tak tau ada perubahan nanti,” harapnya.

Persoalan pendidikan di Tanjungpinang ini timpang. Dari empat kecamatan, hanya Tanjungpinang Timur yang kekurangan sekolah. Sedangkan tiga kecamatan lainnya kelebihan sekolah, sementara penduduknya tidak berkembang.

Beda dengan Tanjungpinang Timur sebagai daerah paling padat, namun tidak banyak sekolah di daerah ini. Sehingga perlu dilakukan bedah lokasi agar ketersediaan sekolah bisa merata.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here