Lurah Siap Mediasi Masalah Perumahan Puspitaloka

0
922
AIR KERUH: Salah satu warga sedang menunjukkan air sumur yang keruh dan berminyak di Perumahan Puspitaloka Residence di Jalan Jatayu. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sekitar 20 pembeli rumah di komplek Puspitaloka Residence beralamat di Jalan Jatayu, Km XI Tanjungpinang kecewa. Dikarenakan air sumur keruh dan berminyak sehingga tidak bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Terkait hal ini, saat didatangi kantor pemasarannya berada di Jalan Hanjoyo Putro, Km IX Tanjungpinang, Senin (23/10) tak satupun pegawai dan manajemennya yang dapat memberikan penjelasan.

Lurah Batu IX, Fery Andana mengaku belum mendapat informasi terkait hal ini. Jika manajemen Perumahan Puspitalokas Residence tidak memenuhi hak, maka perlu dipertanyakan. ”Saya harus cek dulu,” kata Fery melalui handphone seluler miliknya.

Baca Juga :  Wahana Permainan di Taman Laman Boenda Rusak

Ia sarankan, warganya segera duduk bersama dengan developer tersebut. Dengan harapan ada solusi. ”Kalau developer berikan janji menyediakan air bersih, harus diberikan sesuai dengan kesepakatan sebelum membeli,” ucap dia.

Ia mengaku, siap membantu warga untuk menyelesaikan permasalahan air bersih. Tetapi, warga tersebut harus mengirim surat tembusan ke kantor lurah.

Ini akan menjadi dasar pihak keluarahan membuat suatu mediasi antara warga yang merasa dirugikan dengan developer tersebut. ”Kita minta developer untuk menyelesaikan dengan menyediakan air bersih untuk konsumennya,” sebut dia.

Baca Juga :  Residivis Curi Motor Kembali Ditangkap

Selain air bersih, warga minta developer penuhi janjinya, seperti lampu penerangan jalan hingga taman di komplek Perumahan Puspitaloka Residence. ”Kita minta developer pasang lampu jalan. Biar komplek perumahan ini terang menderang seperti perumahan lainnya,” tutur salah satu konsumen perumahan, Edi Akirudin, kepada Tanjungpinang Pos.

Ia mengaku, selain air meminta lampu di kawasan perumahan. Kini sudah ada lampu, hanya saja satu titik yang dinilai tidak sesuai perjanjian. ”Tengoklah, macam tak ikhlas saja pasang lampunya. Itupun penyangganya pakai kayu. Sebentar saja bisa patah,” terang dia.

Baca Juga :  Sotong dan Bilis Oleh-oleh yang Paling Laris

Pria separu baya ini, berharap developer penuhi janji yang sudah diberikan ke konsumennya. Ini merupakan hak konsumen, yang kini merasa dirugikan developer tersebut. Sebelumnya dijanjikan juga penjaga keamanan 24 jam selain lampu jalan, taman hingga air bersih. Para warga berencana, bila tidak diselesaikan akan melakukan aksi demo. Ini merupakan salah satu cara memperjuangkan, karena saat diminta keterangan dan meminta pertemuan selalu tak bisa. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here