Maaf… Bukan Dibegal, Tapi Jatuh Sendiri

0
457
SEPEDA motor yang dikendarai Siska rusak, usai mengalami laka tunggal, di simpang Korindo Km 21 arah Kijang, Selasa malam.
Warga Bintan dan Tanjungpinang kembali dihebohkan dengan kabar aksi begal atau upaya perampasan di jalanan, di Km 21 jalan Korindo arah Kijang, Selasa (24/9) malam lalu. Tapi, pihak keluarga korban akhirnya menyatakan, kejadian itu murni kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal.

Bintan – Awalnya, warga menemukan Siska pengendara sepeda motor BP 2501 BJ terjatuh di jalan tanah di luar badan jalan (aspal), di sekitar Perumahan Villa Indah, Seilekop Selasa malam. Siska warga RT001/ RW001 Perumnas Villa Indah ini dikabarkan menjadi korban begal, oleh pelaku tak dikenal. Dalam seketika, informasi menyebar di medsos, hingga diketahui khalayak ramai. Informasi berkembang itu, Siska menjadi korban aksi begal. Pihak kepolisian pun diminta segera menangkap pelaku.

Baca Juga :  Apri Resmikan Rumah Kompos

Untuk mengejar pelaku, tim kepolisian bersama Bhabinkamtibmas dan Kelurahan Seilekop, serta Kelurahan Gunung Lengkuas langsung mendatangi rumah korban. Korban pun diminta keterangan. Dari keterangan yang diterima polisi, sewaktu melintas di simpang Korindo, korban hilang keseimbangan dan jatuh di jalan tanah.

”Maaf… Bukan dibegal, tapi jatuh sendiri. Begitu lah kira-kira pengakuan korban,” kata Bripka Diki Zulnaidi, Bhabinkamtibmas Seilekop, kemarin.

Untuk menciptakan suasana tenang yang sempat meresahkan warga, pihak keluarga melalui pemerintah Kelurahan Gunung Lengkuas, telah memberikan klarifikasi, mengenai isu pembegalan terhadap korban Siska tersebut. Riswan Effendi selaku Lurah Gunung Lengkuas menyatakan, pihaknya sudah menemui korban di kediamannya.

Baca Juga :  Bupati Pecat ASN yang Korupsi

Korban mengalami luka lecet, karena jatuh sendiri dari sepeda motornya. Hal ini, bukan karena aksi dari pelaku begal. Dari pihak keluarga korban pun menyampaikan permohonan maaf, atas isu (begal) yang berkembang saat ini.

“Kami tetap mengingatkan, agar warga selalu waspada. Kemudian, jangan terlalu cepat menyebarkan informasi yang belum tentu akan kebenarannya. Kita tak ingin informasi hoaxs yang beredar di masyarakat. Apalagi saat ini informasi lebih cepat beredar dari teknologi hape android,” demikian dipesankan Diki. (YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here