Madu, Nutrisi Alami Serba Bisa

0
491
Rizka Ramadhani

Oleh : Rizka Ramadhani
Warga Kepri, Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret

Madu merupakan cairan alami yang dihasilkan oleh lebah madu dari berbagai macam sari bunga. Di Indonesia, jenis lebah yang paling banyak diternakkan untuk menghasilkan madu adalah Apis cerana atau lebih dikenal dengan sebutan lebah lokal. Menurut Dirjen BPDASPS, tingkat konsumsi madu oleh masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, yaitu setiap orang hanya mengkonsumsi madu sekitar 10-15 gram setiap tahunnya sedangkan di beberapa negara maju seperti Australia dan Jepang setiap orangnya telah mengkonsumsi madu hingga mencapai kisaran 1.200-1.500 gram setiap tahunnya.

Madu mengandung 38,5% fruktosa, 31% glukosa, 18% air, 2% protein, asam amino, enzim glukosa oksidase, vitamin dan mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, juga garam iodine dan radium. Madu juga mengandung antioksidan yang tinggi seperti vitamin C, flavonoid dan alkaloid.

Madu dikenal sebagai nutrisi alami serba bisa karena memiliki berbagai macam manfaat bagi tubuh. Madu telah dimanfaatkan oleh tentara Rusia sejak Perang Dunia I untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka karena mengandung hidrogen peroksida.Madu mampu menghambat bakteri yang merugikan seperti Helicobacter pylori yang dapat menyebabkan infeksi pada lambung. Menurut Hank Green dari Scishow, madu sudah terbukti bersifat antibiotik kuat karena mengandung enzim glukosa oksidase. Enzim tersebut menyebabkan madu bersifat asam sehingga madu mampu menghambat pertumbuhan bakteri akibat rusaknya dinding sel bakteri.

Baca Juga :  Plus-Minus Full Day School

Madu tidak berpotensi menaikkan berat badan sehingga konsumen tidak harus cemas terhadap kenaikan berat badan setelah mengkonsumsi madu. Sebuah studi membuktikan bahwa madu mampu menurunkan berat badan sekitar 1,3%. Rata-rata kadar LDL dalam tubuh menurun sebesar 5,8% dan meningkatkan kadar HDL sebesar 3,3%. LDL dikenal sebagai kolesterol jahat jika jumlahnya terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan kesehatan sedangkan HDL dikenal sebagai kolesterol baik yang berguna bagi tubuh dalam mencegah penimbunan lemak di dalam pembuluh darah.

Kombinasi antara fruktosa dan glukosa di dalam madu dapat membantu tubuh mengatur kadar gula darah sehingga dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit diabetes. Kandungan antioksidan di dalam madu sangat tinggi sehingga madu dapat bermanfaat dalam mencegah infeksi dari sel kanker serta dapat mengurangi risiko terserang penyakit jantung dan stroke karena madu dapat melancarkan aliran darah agar tidak menggumpal dan tersumbat.

Baca Juga :  Banalitas dan Politisasi Kebencian

Madu juga bermanfaat bagi ibu hamil antara lain dalam memperkuat daya tahan tubuh selama kehamilan, menguatkan janin, meningkatkan nafsu makan, membantu janin tumbuh dan berkembang dengan baik, memperbaiki hormon esterogen dan mampu mengurangi rasa mual. Di bidang kecantikan, madu mampu menangkal radikal bebas yang berakibat pada penuaan dini karena kandungan antioksidannya, madu mampu membuat konsumen terlihat awet muda.

Biasanya madu dikomsumsi dengan takaran 100-200 gram/hari sebanyak tiga hingga lima sendok makan untuk usia dewasa. Anak-anak diatas usia 1 tahun dianjurkan mengkonsumsi madu dengan takaran 50 -100 gram/hari sebanyak dua hingga tiga sendok makan sedangkan anak-anak usia dibawah 1 tahun tidak dianjurkan mengkonsumsi madu karena usia tersebut masih mendapatkan asupan ASI dari sang ibu. Takaran mengkonsumsi madu bagi ibu hamil sekitar 180-200 kalori sebanyak tiga hingga enam sendok makan perhari. Pengkonsumsian berlebih dapat menyebabkan meningkatnya kadar trigliserida (lemak darah) di dalam tubuh. Madu sebaiknya tidak dikonsumsi menggunakan air panas karena akan menghilangkan kandungan enzim di dalam madu. Oleh karena itu dalam mengkonsumsi madu sebaiknya dicampur dengan menggunakan air dingin atau air hangat sehingga madu mudah dicerna di dalam tubuh. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here