Mafia Sering Manfaatkan Laut Kepri

0
184
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun menyambut kedatangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (11/2). Panglima TNI datang ke Batam untuk menyerahkan penghargaan atas penangkapan sabu-sabu 1 ton dari kapal Sunrise Glory. f-istimewa/humas pemprov kepri

Narkoba Paling Rawan Masuk

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan posisi Kepri yang strategis dengan lautan yang luas sering dimanfaatkan para mafia untuk meloloskan aktivitas-aktivitas jahatnya seperti narkoba.

BATAM – APALAGI, pantai di Kepri sangat panjang dan banyak daerah terpencil yang rawan dijadikan para penjahat sebagai tempat persinggahan mereka.

Karena itu, sinergitas semua pemangku kepentingan di Kepri yang sudah baik ini harus semakin meningkat untuk menyelamatkan generasi bangsa ini dari masuknya narkoba.

Ia pun berterimakasih kepada TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai dan semua pihak yang berperan aktif sehingga berkali-kali kejahatan narkoba bisa diungkap di Kepri.

”Kita semua berkomitmen untuk membersihkan negeri ini dari narkoba,” kata Nurdin usai mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberi penghargaan kepada para pihak yang berhasil mengamankan sabu lebih dari satu ton dari kapal Sunrise Glory di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (11/2).

Selain Panglima TNI, ikut hadir pada kesempatan itu Kepala BNN Budi Waseso, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia, Deputi Brantas BNN Arman Depari.

Hadir juga Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Kapolda Kepri Irjen Pol Didit Widjarnako, Aspam LSAal Laksda TNI S Irawan, Danrem 033 WP Kepri, Brigjen TNI Gabriel Lema, Danlantama IV Tanjungpinang Laksma TNI Eko Ribut S, Kepala BNN Kepri Richard M Nainggolan.

Selain kesigapan aparat dalam memerangi narkoba, Nurdin juga mengajak masyarakat untuk aktif dalam memutus jalur peredaran. Masyarakat juga harus bersama-sama menjaga generasi ini dari ancaman narkoba. Karena, kata Nurdin mafia narkoba selalu menggunakan berbagai cara dan model agar produk mereka bisa sampai ke masyarakat. Bahkan, mereka menyerang berbagai kalangan dengan berbagai modus.

”Karena itu semua harus aktif membasmi narkoba,” kata Nurdin lagi.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan dia sudah mendengar kronologis penangkapan KM Sunrise Glory oleh KRI Sigurot betapa bahwa sinergitas anatara TNI, BNN, Polri, Bea Cukai dan unsur yang lain harus mendapatkan apresiasi.

”Ini adalah prestasi bersama. Kita menyelamatkan banyak generasi muda dari kehancuran,” kata Panglima TNI.

Panglima minta sinergitas dan koordinasi semua pihak terus dilakukan untuk menyelamatkan negeri ini seperti dari ancaman narkoba.

”Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh awak KRI Sigurot atas prestasi terbaiknya. Tentunya kalian semua sudah menunjukkan kerja terbaik untuk negeri ini. Teruslah berkarya para prajurit,” kata Panglima.

Seperti diketahui, kru KRI dari Komando Armada RI Kawasan Barat TNI Angkatan Laut, KRI Sigurot-864 berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika di Perairan Selat Philips.

Barang bukti yang berhasil diamankan narkoba jenis sabu-sabu sekitar satu ton (1.000 Kg). Narkoba tersebut dibawa Kapal MV Sunrise Glory. Untuk mengelabui petugas, sabu-sabu ini ditutupi tumpukan karung beras.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI A. Taufiq R menyampaikan, saat diperiksa TNI AL berhasil menemukan lebih dari 1 ton sabu-sabu yang dibawa oleh kapal tersebut.

Operasi ini di back up penuh oleh Markas Besar Angkatan Laut terkait dengan analisa yang kemudian menjadi suatu informasi intelijen, yang tentunya didapat melalui koordinasi dengan semua stakeholder yang ada, seperti BNN, Polri, Bea Cukai.

Kehadirannya di Batam atas perintah Kasal Laksamana TNI Ade Supandi guna memberikan apresiasi secara langsung kepada prestasi prajurit TNI AL atas penangkapan itu.(MARTUNAS-MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here