Mahasiswa Beri Masukan ke Pemda

0
255
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan penghargaan usai berdialog dengan mahasiswa asal Moro terkait beberapa poin penting pembangunan di Kecamatan Moro, pekan lalu. f-alrion/tanjungpinang pos

Bupati Karimun Gelar Dialog tentang Pembangunan dan SDM

Mahasiswa dari Kecamatan Moro Kundur Karimun memberi masukan kepada pemerintah daerah tentang berbagai persoalan infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

KARIMUN – BUPATI Karimun Aunur Rafiq pun menyambut baik masukan-masukan dari mahasiswa sehingga dilaksanakan dialog bersama mahasiswa asal Kecamatan Moro.

Di Moro, mereka membahas beberapa poin penting tentang pembangunan infrastruktur dan SDM. Kegiatan itu dilaksanakan oleh mahasiswa se-Kecamatan Moro. Dialog ini sebagai salah satu penunjang kinerja pemerintah di dalam pembangunan dan perkembangan Sumber Daya Manusia.

Melalui dialog ini menjadi keterbukaan antar pemerintah dan masyarakat khususnya mahasiswa-mahasiswa se-Kecamatan Moro yang nantinya menjadi koreksi Pemerintah Daerah dalam menunjang kinerja pemerintah.

Mengenai permasalahan Pelabuhan Bongkar Muat yang berada di Kecamatan Moro ini sampai saat ini masih belum beroperasi, menurut aduan masyarakat sebelumnya pelabuhan bongkar muat tersebut sempat disewakan ke pihak luar untuk penjemuran agar-agar, ditambah lagi dengan jalan menuju pelabuhan tersebut rusak.

Mengenai permasalahan jalan yang rusak menuju pelabuhan tersebut, Bupati Karimun akan mengirimkan tim dari Dinas PU untuk mengecek ke lokasi dalam waktu dua hari ke depannya setelah pertemuan itu pekan lalu.

Ia berencana akan meninjau lokasi pelabuhan tersebut dengan membawa dinas terkait ada apa dan kenapa sampai saat ini pelabuhan bongkar muat belum beroperasi.

Permasalahan selanjutnya mengenai bantuan beasiswa yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah sampai saat ini masih belum sepenuhnya terealisasi ke mahasiswa yang membutuhkan.

Ada aturan-aturan yang harus diikuti, mungkin saja ada beberapa berkas yang sampai saat ini belum terpenuhi, oleh karena itu sampai saat ini belum bisa dibayarkan.

Aturan aturan yang dikeluarkn oleh pemerintah pusat sangat mempersulit mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa tetapi Pemerintah Kabupaten selalu membantu mahasiswa agar semua ini dapat terealisasikan hanya saja mungkin kurangnya koordinasi dari kecamatan, Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karimun.

Diminta Kepala Disdik untuk bisa mensosialisasikan ke sekolah-sekolah tentang bantuan-bantuan pendidikan begitu juga tentang adanya kerja sama antara Pemda Karimun dengan perguruan tinggi yang ada.

Promosi Wisata Lewat Medsos
Sementara mahasiswa di Batam diminta untuk mempromosikan daerah wisata yang ada di kota industri itu melalui media sosial.

Saat itu, turis yang banyak masuk ke Indonesia adalah kaum milenial yang dalam kehidupannya sehari-hari bersentuhan dengan internet dan juga medsos.

Sehingga promosi wisata melalui medsos sangat dibutuhkan agar lokasi wisata yang ada di Batam makin terkenal di dunia luar dan tertarik untuk datang berkunjung.

Sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa yang sangat besar bagi negara. Dan mendatangkan turis sebanyak-banyaknya ke Batam juga diharapkan peran mahasiswa untuk memajukan daerahnya.

Karena itu, pihak Kementerian Pariwisata mendorong mahasiswa di Batam menjadi agen promosi sektor pariwisata. Ratusan mahasiswa Batam diajari menjadi perpanjangan tangan Kementerian Pariwisata dalam pelatihan dasar SDM Kepariwisataan.

Para mahasiswa ini didorong untuk mengenal dan memperkenalkan destinasi wisata di Batam.

Dorongan itu disampaikan pada pelatihan bertajuk Kementerian Pariwisata Goes to Campus ini di Aula Sekolah Tinggi Teknik Ibnu Sina Batam, Kamis (13/6).

Kepala Sub Bidang Pengembangan SDM Kepariwisataan Kemenpar, Alfin Merancia mengatakan, medsos cukup efektif mempromosikan pariwisata, karena 50 persen wisatawan yang datang adalah milenial.

”Adik-adik pasti punya sosial media semua. Kita harapkan sosial medianya juga digunakan untuk mempromosikan daerahnya sendiri,” kata Alfin.

Dengan demikian, diharapkan agar mahasiswa memulai sharing foto-foto tentang daerah wisata di Batam. ”Tak hanya foto selfie tapi ditambahi destinasi wisatanya sekaligus. Sehingga kita ikut mempromosikan wisata kita. Jadi adik-adik diharapkan menjadi perpanjangan tangan Kemenpar dalam promosi wisata,” katanya.

Disebutkan Alfin, industri pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar kedua bagi Indonesia. Posisi pertama dipegang industri pertanian khususnya crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit. Tapi pada 2020 nanti diproyeksikan pariwisata akan menjadi penyumbang devisa terbesar.

”Karena kalau suatu daerah tergantung pada sumber daya alam, suatu saat akan habis. Sementara pariwisata sering disebut industri yang tak pernah berakhir,” ujarnya.(ALRION-MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here