Mahasiswa Empat Kampus Buka Lapak Bacaan

0
229
SEJUMLAH anak-anak di Kawasan Laman Boenda berkerumun untuk belajar menggambar dan menulis yang diajarkan oleh mahasiswa. F-istimewa

TANJUNGPINANG – Untuk memupuk minat baca mulai anak-anak hingga dewasa, sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus di Tanjungpinang membuka lapak aneka bacaan.

Beberapa mahasiswa itu berasal dari kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan serta Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.

Gerakan tersebut menamakan Kelompok Lingkar Literasi dan Perpus Jalanan.

Salah satu mahasiswa Stisipol Raja Haji yang tergabung dalam kelompok tersebut Benni Oloan Marpaung mengatakan, ia bersama mahasiswa lainnya sepakat membangun gerakan sosial (Social Movement) untuk membangkitkan minat baca di luar lingkup pendidikan formal.

Untuk itu, lapak yang bermodalkan bermacam-macam buku dan tikar itu terbentang di kawasan publik seperti di Laman Boenda tepi laut. ”Kami membuka lapak bacaan ini untuk umum. Sembari mengajari anak-anak pedagang kaki lima, yang memang rata-rata mereka belum sekolah. Sekaligus bertujuan memupuk minat anak-anak dan orang dewasa. Untuk itu, Kelompok Lingkar Literasi dan Perpus Jalanan ini dibentuk 18 Agustus lalu,” ujar Beni, mahasiswa Jurusan Sosiologi, Stisipol Tanjungpinang, Selasa (11/12).

Ia menceritakan, awalnya ide membentuk Kelompok Lingkar Literasi dan Perpus Jalanan ini dari kampus bersama kawan-kawan mahasiswa.

”Kita sedikit miris dengan teman-teman kampus yang memang seharusnya kental dengan buku. Tetapi kenyataannya tidak, dan bahkan minat baca teman-teman mahasiswa-mahasiswi di kampus kendor. Jadi kita sempat membuka lapak di kampus, dan juga sekedar ingin membangkitkan minat baca teman-teman sambil berdiskusi,” jelas Benni.

Pada akhirnya, lanjut Benni, teman-teman mahasiswa yang satu frekuensi dalam pergerakan ini sepakat membentuk gerakan sosial ini.

Ia menambahkan, tujuan gerakan ini juga luas dan misi ke depannya juga akan mendidik anak-anak di kawasan pesisir yang formatnya pendidikan di luar sekolah.

Saat ini sudah berjalan 4 bulan, yang dinaungi 10 orang mahasiswa dari beberapa kampus. Untuk lokasi lapak bacaan, terkadang di halaman Kampus Stisipol Raja Haji. Lalu keesokan harinya buka kembali di kawasan Kampus UMRAH. ”Jika hari libur, kami berada di kawasan publik dimana menjadi titik kumpul masyarakat seperti Taman Batu 10, Laman Boenda Tepilaut,” ungkapnya.

Sementara untuk buku-buku bacaan yang tersedia merupakan donasi dari khalayak umum. Pihaknya, tak menolak jika ada yang ingin mendonasikan bukunya langsung saat membuka lapak bahkan melalui Media Sosial.

”Kita terima buku apa aja, yang mau didonasikan dan jenis bukunya bebas. Kita juga dengan senang hati untuk menjemputnya, jika ada yang tidak sempat mengantarkan bukunya,” jelasnya.

”Nah, selanjutnya kita sortir lagi mana-mana yang layak untuk dibaca ketika kita buka lapak. Hubungi melalui Whatsapp, ke 0859 2038 3636 jika ingin mendominasi kan buku,” sebutnya.

Dengan demikian, tentunya generasi Indonesia khususnya Tanjungpinang memiliki wawasan yang luas dengan banyak membaca. Sebab, adanya donasi buku tentu beragam ilmu pengetahuan dapat berbagi di tengah masyarakat. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here