Mahasiswa Enggan Urus Pindah Pilih

0
59
Priyo Handoko

Tinggal Tiga Hari Lagi

KPU Provinsi Kepri mengingatkan masyarakat pendatang segera mengurus surat pindah pilih disebut A5. Apalagi banyak mahasiswa di Tanjungpinang yang belum mengurus pindah pilih. Termasuk mahasiswa asal Tanjungpinang yang kuliah di luar kota.

TANJUNGPINANG – Priyo Handoko, Divisi Program dan Data KPU Provinsi Kepri kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (14/3), menyatakan, tahapan pindah pilih tinggal tiga hari lagi tepatnya pada Minggu (17/3), yang berakhir pukul 16.00 WIB. Karena pihaknya akan melakukan pleno terhadap pindah pilih, yang sudah dilakukan oleh masyarakat memiliki hak pilih pada 17 April 2019 mendatang.

Selama tahapan tersebut, prediksi Priyo, akan ada penambahan seribuan masyarakat yang sudah mengurus surat pindah pilih di masing-masing KPU kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kepri. Baik itu mengurus surat pindah pilih masuk maupun keluar dari kabupaten/kota tersebut.

”Angka pastinya tunggu pleno saja. Rencana, kita akan gelar pleno kisaran tanggal 20-21 Maret 2019,” ucap dia.

Saat ini, KPU Provinsi Kepri sudah menerima sebanyak 4.218 orang yang mengurus surat pindah pilih. Mereka yang mengurus pindah pilih di 2 kota dan 5 kabupaten di Provinsi Kepri.

Yang mengurus surat pindah pilih keluar hanya 1.515 orang. Sedangkan yang mengurus surat pindah pilih masuk sebanyak 2.703 orang.

Masyarakat yang melakukan pindah pilih akan dimasukkan kedalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Ini diatur di Peraturan KPU Nomor 11 tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri Dalam Penyelenggaraan Pemilu di pasal 36 ayat 2, DPTb sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas data pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain.

Pasal 3, keadaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat 2 berbunyi, butir a, menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain pada hari pemungutan suara. Butir b, menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi.

Kemudian, dibutir c dijelaskan penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi. Butir d, menjalani rehabilitasi narkoba.

Butir e, menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan. Butir f, tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi. Butir g, pindah domisili; dan/atau, butir h, tertimpa bencana alam.

”Jadi, tidak sesuka keinginan hati kita untuk pindah memilih di Pemilu 2019 ini. Asalkan sudah terdafar di tempat asal,” katanya.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here