Mahasiswa Gelar Aksi Perangi Narkoba

0
437
MASYARAKAT saat membubuhkan tanda tangan mendukung aksi peduli perangi narkoba yang di gelar mahasiswa HIMKA f-istimewa

Belasan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Kabupaten Anambas (HIMKA) Tanjungpinang menggelar aksi peduli di kawasan tepi laut.

TANJUNGPINANG – Aksi tersebut berlangsung di sepanjang Laman Boenda Tepilaut Tanjungpinang dengan membagikan selebaran tentang bahaya narkoba kepada masyarakat luas, Rabu (27/2).

Aksi tersebut dipimpin langsung Ketua HIMKA Khaidir. Menurutnya, Indonesia saat ini darurat narkoba dengan banyaknya pengungkapan kasus masuknya narkoba di perairan Kepri beberapa waktu lalu.

”Dari kejadian yang sudah-sudah, baik pihak TNI Angkatan Laut yakni KRI Sigurot-864 Koarmabar yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Arizona Bintara berhasil mengamankan kapal MV Sunrise Glory di Perairan Selat Philips, pada koordinat 01.08.722 U/103.48.022 T yang membawa 1 ton narkotika jenis sabu-sabu di dalam 41 karung beras Sabtu (10/2) lalu,” terang Khaidir, Jumat (2/3).

Setelah itu, lanjut Khaidir, aparat gabungan kembali mengungkap pengangkapan sabu-sabu seberat 1,6 ton pada Selasa (20/2). Lokasi penangkapan kapal tersebut, di Karang Helen Mars (Berdekatan dengan Karang Banteng) Anambas.

Oleh sebab itu, sebagai mahasiswa asal Anambas perlu adanya aksi nyata memerangi narkoba. Khaidir menyebutkan, aksi ini untuk mengajak kawan-kawan mahasiswa perangi narkoba.

”Masyarakat sangat antusias dengan aksi yang kami lakukan. Sebab, beberapa masyarakat pada saat itu sempat berdialog dengan kami terkait banyaknya pengungkapan narkoba jenis sabu-sabu di perairan Kepri,” terang Khaidir.

Ia berharap, Pemerintah Indonesia betul-betul dan serius memerangi narkoba. Sebab, dengan narkoba adalah cara membunuh generasi bangsa Indonesia secara perlahan namun pasti dampaknya.

Terlebih di daerah seperti perairan Kepri, tentunya peran aparat keamanan laut seperti TNI Angkatan Laut dan lainnya diharapkan lebih maksimal dalam mengamankan perairan Kepri. ”Dari pengungkapan kasus 1 dan 1,6 ton sabu-sabu masuk ke wilayah Kepri, ini jelas sekali, perairan kita di Kepri ini jadi lalu lintas dan tempat transit para kartel narkoba. Sehingga, aparat harus lebih sigap mengamankan perairan Kepri,” katanya.

Selain membagikan selebaran tentang pemahaman bahaya narkoba, ia bersama kawan-kawan mahasiswa lainnya juga menggelar penyataan sikap bagi masyarakat tentang Indonesia darurat narkoba dengan membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk aksi simpatisme.(ADLY BARA HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here